Jakarta, CNN Indonesia -- Di Taman Margasatwa Ragunan, setiap satwa mempunyai nama laiknya manusia. Ada 2.289 satwa berarti ada 2.289 nama yang diberikan.
Umumnya nama-nama tersebut diambil dari kesepakatan para pengelola Taman Margasatwa Ragunan. Namun ada beberapa nama satwa yang diberikan oleh tokoh penting.
Staf Pelayanan Informasi, Wahyudi Bambang mengatakan satwa yang dinamai langsung oleh tokoh penting adalah satwa-satwa yang dianggap akan menarik banyak pengunjung Taman Margasatwa Ragunan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biasanya pihaknya sudah membuat daftar nama untuk satwa, lalu meminta tokoh tertentu untuk memilih. Namun, kata Wahyudi, ada juga tokoh yang memberikan langsung nama kepada para satwa.
Wahyu mengatakan tak ada aturan khusus terkait penamaan satwa, apakah harus berbau Indonesia atau Barat.
"Asal enak didengar aja ya pas dipanggil. Tapi rata-rata kalau tokoh Indonesia yang kasih nama biasanya ya nama-nama Indonesia," ucap Wahyudi kepada CNNIndonesia.com, Jumat (7/5)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pernah diminta untuk memilih nama beberapa satwa dari daftar nama yang sudah disiapkan. Anies memberi nama seekor jerapah Julang dan seekor banteng bernama Tangguh.
Selain Anies, Presiden Indonesia ke-enam Susilo Bambang Yudhoyono juga pernah diminta untuk memberikan nama satwa. SBY sekaligus memberikan nama empat harimau, yaitu Asri, Kasih, Asih dan Sinar.
Wahyudi bercerita, mereka yang memberi nama satwa-satwa itu memang sering ke Ragunan.
Ragunan, menurut Wahyudi, memang mempunyai daya tarik sendiri. Banyak tokoh-tokoh di Indonesia yang sering diam-diam datang ke tanpa pengawalan ketat. Wahyudi menyebut Ragunan bisa mengubah siapapun ingin menjadi lebih 'membumi.'
"Kadang-kadang mereka keluar dari protokol kenegaraan. Mereka ingin berbaur dengan masyarakat. Ragunan menjadikan para tokoh ini dekat dengan masyarakat," ucap dia.
Ia memberi contoh, saat Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, ia pernah datang ke Taman Margasatwa Ragunan tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
SBY Beri Nama Satwa sampai JK Ajak Cucu Piknik di Ragunan
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Ibu Negara Iriana Joko Wododo (kedua kiri) serta putranya Kaesang Pangarep (kedua kanan) dan Kahiyang Ayu saat mengunjungi Pusat Primata Schmutzer di Taman Margasatwa Ragunan. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.)
Namun, saat hendak masuk, pihak Taman Margasatwa Ragunan langsung mengenali Jokowi dan memberikan pengawalan yang cukup ketat.
Pihak Ragunan juga ikut mengantar Jokowi berkeliling. Pada kesempatan itu, Jokowi masuk ke kandang gorila dan memberikan makan untuknya.
Dalam kunjungan itu Jokowi menulis di kanvas buku tamu Ragunan, "Suara satwanya asyik dan saling bersahutan."
Selain Jokowi, ada juga Wakil Presiden Indonesia keenam, Jusuf Kalla. Saat itu Wahyudi ditelepon oleh Jusuf kala untuk memberitahu bahawa ia dan keluarganya akan ke sana.
Wahyudi lantas melaporkan ke tim keamanan dan menyiapkan kendaraan untuk JK.
Ia dan cucunya saat itu masuk ke kendang unta. Namun di perjalanan ketika ia di atas mobil golf, ada kejadian yang menurut Wahyudi lucu.
Saat itu JK duduk persis di sampingnya. Setiap mereka berdua melewati pengunjung, otomatis menjadi pusat perhatian. Sebab, muka JK sering ada di TV dan mungkin tak asing banyak orang.
Namun, tiba-tiba saja, kata Wahyudi, ada pengunjung yang berteriak ke arah JK. "Ehhh Pak Gubernur DKI!" ucap salah satu pengunjung Taman Margasatwa Ragunan.
Sontak Wahyudi dan JK tertawa. Mungkin JK disangkanya Fauzi Bowo. Atau mungkin saking gugupnya, pengunjung itu lupa jabatan asli JK.