Jual Kain khas Palestina, Louis Vuitton Tuai Protes Keras

tim, CNN Indonesia | Kamis, 03/06/2021 17:09 WIB
Louis Vuitton menuai reaksi keras karena menjual syal yang terinspirasi dari keffiyeh, kain scarf atau syal tradisional Palestina. Ilustrasi. Louis Vuitton menuai reaksi keras karena menjual syal yang terinspirasi dari keffiyeh, kain scarf atau syal tradisional Palestina. (AFP/Jaafar Ashtiyeh)
Jakarta, CNN Indonesia --

Label fashion kenamaan Louis Vuitton menuai reaksi keras karena menjual syal yang terinspirasi dari keffiyeh, kain scarf atau syal tradisional Palestina.

Merek mewah ini menjual kain tersebut dengan harga US$705 atau sekitar Rp10 juta dan menyatakan bahwa itu terinspirasi oleh Keffiyeh klasik yang diperkaya dengan ciri khas mereka.

"Teknik menenun jacquard digunakan untuk membuat pola Monogram yang rumit di atas dasar campuran katun, wol, dan sutra," demikian deskripsi di situs Louis Vuitton.


"Lembut dan ringan dengan pinggiran berjumbai, aksesori abadi ini menciptakan suasana santai," tambah dalam keterangan.

Kendati demikian, banyak yang menuduh Louis Vuitton "mengambil untung dari orang-orang yang tertindas" dan gagal mengakui pentingnya kain tersebut sebagai simbol nasionalisme Palestina.

"Sangat tidak sopan menjual simbol budaya Palestina, keffiyeh dengan harga US$705 yang menggelikan, tanpa mengakui bahwa itu milik budaya Palestina," tulis seseorang di Twitter.

"Setidaknya akui rakyat Palestina dan perjuangan mereka. Bicara tentang apropriasi," tambah yang lain.

"Louis Vuitton mengatakan mereka netral secara politik tapi mereka mendapatkan keuntungan dari penjualan syal terinspirasi keffiyeh seharga US$705 yang biasanya dikenakan oleh orang Arab dan simbol nasionalisme Palestina. Dan warnanya, apakah itu semacam komentar politik pasif?" ujar lainnya.



Arti potensial di balik warna biru dan putih syal adalah salah satu yang diangkat oleh banyak kritikus, dengan banyak yang mempertanyakan apakah merek tersebut sengaja memilih warna bendera Israel untuk aksesori tersebut.

Kritik itu juga dibagikan oleh akun Instagram DietPrada, yang mengunggah serangkaian foto yang membandingkan syal Louis Vuitton dan keffiyeh tradisional.

"Jadi sikap LVMH terhadap politik adalah 'netral,' tetapi mereka masih membuat keffiyeh dengan logo yang terpampang seharga US$705, yang mana itu adalah hiasan kepala tradisional Arab yang menjadi simbol nasionalisme Palestina. Hmm..."

[Gambas:Instagram]



Seperti dicatat oleh Insider, keterangan tersebut tampaknya merujuk pada unggahan yang dibagikan oleh DietPrada pada 21 Mei.

Saat itu, sumber di LVMH, yang memiliki Louis Vuitton dan Dior, telah mengatakan bahwa "sikap perusahaan terhadap politik adalah netral" dan bahwa itu tidak akan membatalkan kontrak Bella Hadid atas dukungannya yang untuk Palestina.

(agn/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK