Tradisi Sasi, Cara Unik Papua Menjaga Laut Panjang Umur

Yulia Adiningsih, CNN Indonesia | Minggu, 13/06/2021 10:00 WIB
Tradisi sasi sudah dilakukan sejak zaman dahulu kala oleh masyarakat adat di Papua. Mereka sepakat tidak mengeksploitasi laut demi kelestarian alamnya. Nelayan yang menjaring udang dan ikan di Pantai Lampu Satu, Merauke, Papua. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Laut Maluku dan Papua terkenal dengan keindahannya. Berpuluh bahkan beratus tahun mereka telah merawatnya dengan baik. Sasi merupakan tradisi menjaga laut yang telah masyarakat di sana lakukan secara turun temurun.

Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Rukka Sombolinggi, saat diwawancara oleh kepada CNNIndonesia.com pada Selasa (8/6), menjelaskan bahwa 'sasi' adalah istilah lokal yang berarti 'larangan'.

Merujuk pada istilah itu, sasi merupakan tradisi kolektif masyarakat adat Maluku dan Papua untuk memberlakukan pelarangan terhadap pengambilan hasil panen dalam jangka waktu tertentu.


Rukka lanjut menjelaskan bahwa tradisi sasi biasanya dilakukan di darat dan di laut. Implementasi tradisi sasi di darat contohnya dengan pelarangan memanen kelapa. Sedangkan contoh untuk tradisi sasi di laut yaitu pelarangan memanen ikan.

Dalam tradisi sasi pelarangan memanen diberlakukan dalam jangka waktu yang tidak menentu. Namun umumnya berlangsung cukup lama, bisa berbulan-bulan.

Rukka mengatakan lama sasi juga dipengaruhi oleh jenis sasi yang diberlakukan. Jika di laut, ikan apa atau biota laut apa yang akan disasi. Bisa beberapa, atau malah seluruhnya.

Ia mencontohkan, pada masyarakat adat Maluku yang pernah ditemuinya, sasi bisa berlangsung hampir satu tahun atau bisa bertahun-tahun. Sebab, sasi itu diberlakukan pada biota yang terancam punah.

Ada istilah "buka tutup sasi", sebagai penanda waktu sasi diberlakukan dan diakhiri. Biasanya, pada "buka tutup sasi", masyarakat adat melakukan ritual. Ritualnya berbeda-beda, sesuai dengan kebudayaan adat di wilayah tersebut.

"Kalau di tempat lain ada yang pakai janur. Kalau di Papua rata-rata pakai panah, pakai janur, tombak. Di tempat lain juga ada yang naik perahu sambil menyanyi. Ada juga yang menari," ujar Rukka.

Pada umumnya dalam ritual itu dilakukan doa yang dipimpin oleh Kewang. Kewang diibaratkan sebagai penjaga laut.Tidak hanya memimpin ritual, dia juga menjaga laut selama Sasi berlangsung. Kewang juga memberi tanda mana kawasan sasi dan bukan.

"Seperti polisi adat. Kewang adat. Jadi beliau yang memasang penanda larangan itu," ucap Rukka.

"Dan ketika ada orang di luar yang datang, misalnya diantar oleh orang kampung. Kemudian mereka menjelaskan gak boleh sembarangan, tidak boleh mengambil ini karena ada sasi," imbuhnya.

Kewang juga sering dianggap seseorang yang bisa memanggil ikan. Selain itu kewang dianggap tahu ilmu mengenai ikan. Dengan ilmunya itu, kewang bisa mengetahui keberadaan ikan secara tidak langsung.

Biasanya ia melihat dari tanda-tanda yang muncul di air seperti warna air, buih-buih dari tanaman-tanaman di sekitar, hingga kemunculan fauna lain di sana. Saat pertanda itu muncul, ia bisa memberi petunjuk mengenai keberadaan ikan.

Rukka menjelaskan, kewang inilah yang kemudian nantinya memberi tahu apakah waktu yang tepat untuk menutup sasi. Setelah diberitahu oleh kewang, masyarakat adat berunding untuk mengambil keputusan.

Dalam masyarakat adat, tradisi-tradisi yang mereka lakukan mempunyai prinsip lestari dan adil. Sasi digunakan untuk melestarikan ekosistem laut sekaligus membentuk keadilan.

Sistem sasi bekerja untuk kepentingan komunal. Hasil panen ikan dikumpulkan, dan dari hasil yang dikumpulkan itu baru akan dibagi ke seluruh warga kampung. Tapi yang pertama diberikan selalu diberikan untuk golongan masyarakat yang paling membutuhkan.

"Yang mendapatkan bagian itulah janda-janda, anak yatim, dan orang-orang tua. Orang-orang yang dianggap tidak beruntung dan juga orang-orang miskin. Biasanya itu yang diberikan duluan," ucap Rukka.

Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...

Tradisi Sasi, Cara Unik Papua Menjaga Laut Panjang Umur

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK