Kelso Dunes di California. (iStockphoto/MichaelJust)
4. Singing Sand Dunes Kazakhstan
Singing Dunes adalah gunung pasir berwarna terang, memiliki panjang 3 km dan tinggi 150 yang terletak di Taman Nasional Altyn-Emel.
Pasir bernyanyi melahirkan banyak cerita rakyat. Dalam beragam legenda, nyanyian pasir dikaitkan dengan aktivitas roh, hewan imajiner, suara lonceng kota yang terkubur, sungai bawah tanah yang mengamuk, dan penyebab mistis lainnya.
5. Ming Sha Shan di China
Ming Sha Shan di China. (istockphoto/JadeThaiCatwalk)
Terletak di Jalur Sutra, Gunung Mingsha dikenal sebagai salah satu dari Delapan Lanskap Dunhuang dan salah satu dari Empat Pasir Bernyanyi China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gunung pasir ini membentang sepanjang 40 km dan lebarnya masing-masing 20 km, dengan titik tertinggi mencapai 250 meter.
Ketika angin bertiup, pasir akan mengeluarkan suara keras, sedangkan suara terdengar seperti yang dihasilkan oleh beberapa alat musik kuno.
Sama halnya ketika meluncur menuruni lereng gunung. Pada awalnya, pasir di bawah kaki hanya berbisik; tetapi semakin jauh meluncur, semakin keras suaranya hingga seperti guntur atau ketukan drum.
Pesisir yang landai, perairan yang minim batu karang, serta ombak yang bergulung membuat banyak peselancar mendatangi pantai ini.
Selain dikenal sebagai tempat surfing yang seru, Pantai Kotogohama juga dikenal sebagai pantai dengan pasir bernyanyi.
Wisatawan bisa membuat pasir di Kotogahama untuk "bernyanyi" dengan menyeret kaki di atas permukaan pantai.
Fenomena ini tidak sepenuhnya dipahami, tetapi pasirnya yang berjenis kuarsa tampaknya membantu munculnya efek ini.
Mengutip situs Tourist in Japan, ada sekitar 30 "pantai bernyanyi" di Negara Matahari Terbit. Faktanya, pemerintah Jepang telah menempatkan Pantai Kotogahama dalam daftar "100 soundscapes of Japan".
7. Pasir Berbisik di Indonesia
Pasir Berbisik di Gunung Bromo. iStockphoto/Siewwy84)
Berlokasi di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, area Pasir Berbisik merupakan lautan pasir berwarna coklat kehitaman yang luas.
Sebelum populer berkat film 'Pasir Berbisik' karya Nan Achnas yang dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo, Christine Hakim, Slamet Rahardjo dan Didi Petet, area ini sudah lama dikenal dengan legenda Joko Seger dan Rara Anteng.
Joko Seger dan Rara Anteng menikah, lalu membangun pemukiman dan memerintah di kawasan Tengger (yang diambil dari nama belakang keduanya). Pasangan tersebut lama tidak dikaruniai keturunan, sehingga mereka bersemedi ke puncak Bromo.
Di tengah semedi, ada suara gaib yang mengatakan bahwa mereka akan dikaruniai keturunan dengan syarat anak bungsunya harus dikorbankan ke kawah Bromo.
Syarat tersebut disanggupi dan mereka memiliki 25 anak. Sayangnya anak bungsu mereka lenyap terjilat api dan masuk kawah. Anak bungsu tersebut berpesan bahwa masyarakat Tengger harus hidup damai dan tentram dengan menyembah Hyang Widhi.
Maka setiap bulan Kasada pada hari ke-14, mereka mengadakan sesaji berupa hasil bumi dan diserahkan kepada Hyang Widhi di kawasan poten lautan pasir dan kawah Bromo.
Marco Polo di abad ke-13 mengatakan bahwa ada pasir yang bisa bersuara. Ia menganggap suara-suara bergemuruh itu berasal dari roh gurun pasir yang jahat.
Gesekan pasir memang melahirkan fenomena unik. Kadang ada yang bernyanyi, berbisik, sampai mendengkur. Durasinya bahkan hingga 15 menit dan dapat didengar hingga jarak 10 kilometer. Beberapa bukit pasir diketahui melakukannya secara rutin, bahkan setiap hari.
Untuk mencoba dan mengungkap sifat dasar dari suara-suara misterius ini, Bruno Andreotti dari Universitas Paris-7 membawa peralatan ke area Gurun Sahara di Maroko, satu dari 35 tempat di dunia yang diketahui di mana musik alam yang misterius dapat didengar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasir bernyanyi merupakan salah satu fenomena alam paling membingungkan dan mengesankan yang pernah saya temui," kata Andreotti, seperti yang dikutip dari Live Science.
Andreotti dan timnya mempelajari salah satu area bukit pasir besar berbentuk bulan sabit, atau barchans, yang secara spontan bernyanyi sepanjang tahun - terkadang dua atau tiga kali sore, jika cukup berangin.
Angin memaksa pasir menumpuk di bagian atas bukit pasir hingga sudut kemiringan mencapai titik kritis sekitar 35 derajat. Longsoran pasir akhirnya menghasilkan suara menderu. Pasir harus cukup kering agar nyanyian terjadi. Untuk barchan yang lebih kecil, pasirnya juga harus panas dan anginnya tenang.
"Gunung pasir kecil bernyanyi hanya beberapa hari di mana tidak ada angin dan tidak ada awan sehingga Matahari dapat mengeringkan permukaan slip secara efisien," kata Andreotti kepada LiveScience.
Meskipun longsoran pasir diketahui menjadi penyebab nyanyian tersebut, mekanisme pastinya masih belum jelas.
Berikut deretan pasir yang bersuara di penjuru dunia:
1. Kelso Dunes dan Eureka Dunes di California
Kelso Dunes dan Eureka Dunes merupakan dua dari tujuh pasir bersuara yang ada di Amerika Utara. Kedua tempat ini juga populer menjadi destinasi pendakian, pemotretan fesyen sampai syuting film.
Cara terbaik untuk membuat pasir mengeluarkan bunyi dentuman ialah dengan membuat kelompok besar di puncak dan pada saat yang sama mencoba untuk mendorong pasir sebanyak mungkin, seperti longsoran salju.
2. Barking Sands Hawaii
Barking Sounds. (iStockphoto/Philippe FLEURY)
Barking Sands Beach adalah bagian dari Polihale State Park seluas 140 hektare yang merupakan salah satu pantai terpanjang di Hawaii. Pasir membentang lebih dari 12 mil dan termasuk bukit pasir yang menjulang setinggi 100 kaki.
Pergerakan massa pasir inilah yang memberi nama pantai yang aneh. Butir pasir kering memiliki lubang mikroskopis yang menyebabkan gema ketika bergerak dan bergesekan. Suara yang mereka ciptakan seperti anjing menggonggong.
Pantai dimulai di Kekaha tetapi beberapa mil terlarang dikunjungi karena pangkalan militer di Pacific Missile Range Facility.
Kadang-kadang akses ke Pantai Pasir Barking dibatasi ketika ada manuver militer dan jalan dijaga oleh pos penjagaan. Pengunjung dapat mengajukan izin terlebih dahulu untuk menghindari kekecewaan.
3. Singing Sand Dunes Qatar
Singing Sand Dunes Qatar adalah area seluas kurang lebih 100 km persegi dengan bukit pasir setinggi sekitar 60 meter yang jika tertiup angin bakal menyuarakan suara dengan vibrasi yang beragam.
Waktu terbaik untuk datang ke sini adalah pada hari yang berangin. Jika angin sangat kencang, wisatawan bahkan dapat mendengar siulan samar yang membuat tempat ini semakin misterius.
Datang satu atau dua jam menjelang matahari terbenam juga disarankan.
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
Singing Dunes adalah gunung pasir berwarna terang, memiliki panjang 3 km dan tinggi 150 yang terletak di Taman Nasional Altyn-Emel.
Pasir bernyanyi melahirkan banyak cerita rakyat. Dalam beragam legenda, nyanyian pasir dikaitkan dengan aktivitas roh, hewan imajiner, suara lonceng kota yang terkubur, sungai bawah tanah yang mengamuk, dan penyebab mistis lainnya.
5. Ming Sha Shan di China
Ming Sha Shan di China. (istockphoto/JadeThaiCatwalk)
Terletak di Jalur Sutra, Gunung Mingsha dikenal sebagai salah satu dari Delapan Lanskap Dunhuang dan salah satu dari Empat Pasir Bernyanyi China.
Gunung pasir ini membentang sepanjang 40 km dan lebarnya masing-masing 20 km, dengan titik tertinggi mencapai 250 meter.
Ketika angin bertiup, pasir akan mengeluarkan suara keras, sedangkan suara terdengar seperti yang dihasilkan oleh beberapa alat musik kuno.
Sama halnya ketika meluncur menuruni lereng gunung. Pada awalnya, pasir di bawah kaki hanya berbisik; tetapi semakin jauh meluncur, semakin keras suaranya hingga seperti guntur atau ketukan drum.
Pesisir yang landai, perairan yang minim batu karang, serta ombak yang bergulung membuat banyak peselancar mendatangi pantai ini.
Selain dikenal sebagai tempat surfing yang seru, Pantai Kotogohama juga dikenal sebagai pantai dengan pasir bernyanyi.
Wisatawan bisa membuat pasir di Kotogahama untuk "bernyanyi" dengan menyeret kaki di atas permukaan pantai.
Fenomena ini tidak sepenuhnya dipahami, tetapi pasirnya yang berjenis kuarsa tampaknya membantu munculnya efek ini.
Mengutip situs Tourist in Japan, ada sekitar 30 "pantai bernyanyi" di Negara Matahari Terbit. Faktanya, pemerintah Jepang telah menempatkan Pantai Kotogahama dalam daftar "100 soundscapes of Japan".
7. Pasir Berbisik di Indonesia
Pasir Berbisik di Gunung Bromo. iStockphoto/Siewwy84)
Berlokasi di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, area Pasir Berbisik merupakan lautan pasir berwarna coklat kehitaman yang luas.
Sebelum populer berkat film 'Pasir Berbisik' karya Nan Achnas yang dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo, Christine Hakim, Slamet Rahardjo dan Didi Petet, area ini sudah lama dikenal dengan legenda Joko Seger dan Rara Anteng.
Joko Seger dan Rara Anteng menikah, lalu membangun pemukiman dan memerintah di kawasan Tengger (yang diambil dari nama belakang keduanya). Pasangan tersebut lama tidak dikaruniai keturunan, sehingga mereka bersemedi ke puncak Bromo.
Di tengah semedi, ada suara gaib yang mengatakan bahwa mereka akan dikaruniai keturunan dengan syarat anak bungsunya harus dikorbankan ke kawah Bromo.
Syarat tersebut disanggupi dan mereka memiliki 25 anak. Sayangnya anak bungsu mereka lenyap terjilat api dan masuk kawah. Anak bungsu tersebut berpesan bahwa masyarakat Tengger harus hidup damai dan tentram dengan menyembah Hyang Widhi.
Maka setiap bulan Kasada pada hari ke-14, mereka mengadakan sesaji berupa hasil bumi dan diserahkan kepada Hyang Widhi di kawasan poten lautan pasir dan kawah Bromo.