7 Panduan Isoman Ibu Hamil Agar Cepat Sembuh Covid-19
CNN Indonesia
Rabu, 07 Jul 2021 10:49 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Berikut beberapa hal yang harus dilakukan ibu hamil saat isolasi mandiri agar cepat sehat dan sembuh dari Covid-19. (iStockphoto/Lordn)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ibu hamil termasuk dalam kelompok yang rentan terpapar Covid-19. Infeksi Covid-19 tak pernah pilih-pilih orang. Usia tua-muda, laki-laki atau perempuan, bisa terinfeksi Covid-19. Kondisi serupa pun bisa menimpa ibu hamil.
Lalu, bagaimana kiat isolasi mandiri pada ibu hamil agar tetap sehat dan segera sembuh dari Covid-19?
Menjaga kesehatan kehamilan sangat penting agar ibu dan bayi lahir selamat. Namun saat kasus Covid-19 terus melonjak seperti saat ini, virus bisa menyebar kapan dan di mana saja, ibu hamil pun semakin rentan terpapar.
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan dari Omni Hospital Pulomas, Jakarta, Caroline Tirtajasa mengatakan, ibu hamil yang terkena Covid-19 tanpa gejala atau bergejala ringan bisa melakukan isolasi mandiri.
Saat isolasi mandiri, ada beberapa hal yang harus tetap dilakukan agar ibu dan bayi tetap sehat, sekaligus agar cepat sembuh dari Covid-19.
"Isolasi mandiri itu kan berarti ibu hamil sudah kena Covid-19, artinya bagaimana dia supaya tetap sehat kehamilannya dan supaya cepat negatif Covid-19," kata Caroline saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (6/7).
Berikut beberapa hal yang harus dilakukan ibu hamil saat isolasi mandiri agar cepat sehat.
1. Makan makanan sehat
Caroline menjelaskan, ibu hamil yang terkena Covid-19 harus lebih menjaga pola makan sehat bergizi.
Sama seperti pasien Covid-19 yang isolasi mandiri lainnya, ibu hamil mesti makan makanan sehat. Makanan sehat yang dimaksud terdiri dari karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayur, serta buah.
"Untuk karbohidrat tidak harus nasi putih, ada nasi merah, nasi coklat, bisa juga ubi, singkong, atau talas yang indeks glikemiknya rendah," kata Caroline.
Ia juga meminta ibu hamil lebih selektif saat memilih makanan. Hindari makanan olahan, fast food, dan makanan tinggi gula dan garam, dan makanan yang mengandung bahan pengawet.
Umumnya konsumsi air putih harian yakni 2 liter sehari. Namun pada ibu hamil, konsumsi air putih ini harus sedikit lebih banyak supaya tidak terjadi kehilangan cairan atau dehidrasi.
Caroline menyarankan konsumsi air mineral sebanyak 2,5-3 liter sehari. Ibu hamil yang sedang isolasi mandiri bisa minum air putih sedikit demi sedikit setiap jam.
Ia juga tidak menyarankan minum banyak air putih di satu waktu karena bisa menyebabkan perut kembung dan rasa tidak nyaman di perut.
"Ini air putih ya. Enggak termasuk jus susu, dan lain lain. Minum 2,5-3 liter itu air putih saja," ucapnya.
3. Tidur 8 jam sehari
Selain makan makanan bergizi seimbang, ibu hamil yang positif Covid-19 juga mesti mendapat istirahat cukup. Tidur cukup 8 jam sehari dan berkualitas bisa membantu proses penyembuhan penyakit.
"Tidur itu juga memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak jadi sangat diperlukan untuk tetap sehat," kata Caroline.
Selain tidur di malam hari, Caroline juga mengatakan ibu hamil boleh tidur siang ketika merasa lelah. Tidur siang kurang lebih selama satu jam bisa membuat tubuh kembali bugar dan fit.
Simak panduan isolasi mandiri atau isoman pada ibu hamil lainnya di halaman berikut.
4. Yoga pada kehamilan
Saat isolasi mandiri, ibu hamil disarankan tetap berolahraga. Jalan santai di pagi hari sebenarnya sangat disarankan. Tapi pada kondisi positif Covid-19, keluar rumah harus dihindari agar tak terjadi penularan lebih masif.
Karena tak bisa berolahraga ringan di luar rumah, ibu hamil yang positif Covid-19 disarankan melakukan latihan yoga khusus kehamilan.
Latihan yoga khusus kehamilan membantu ibu hamil melatih pernapasan yang akan memudahkan proses kehamilan. Yoga pada kehamilan juga dianggap sebagai olahraga ringan yang baik untuk kesehatan ibu hamil.
Berjemur di bawah sinar matahari pagi merupakan cara alami untuk mendapatkan vitamin D. Pada ibu hamil vitamin D merupakan nutrisi penting yang dapat mendukung pertumbuhan janin dan menjaga kesehatan ibu.
Pada pasien Covid-19, vitamin D diperlukan untuk mengurangi respons inflamasi terhadap infeksi SARS-CoV-2. Sehingga asupan vitamin D pada ibu hamil yang positif Covid-19 sangat diperlukan.
Caroline menyarankan ibu hamil tetap berjemur di pagi hari setiap pukul 07.00 WIB selama 15 menit. Saat berjemur, hindari berkomunikasi dengan orang luar, dan tetap menggunakan masker.
"Berjemur itu harus. Pagi hari 15 menit cukup mulai pukul 7 pagi, hindari berjemur di atas jam 8 karena terlalu terik," ucap Caroline.
6. Minum vitamin
Pada kandungan usia tertentu, ibu hamil biasanya telah diresepkan vitamin kehamilan oleh dokter. Vitamin kehamilan ini tidak boleh terlewatkan dan harus diminum sesuai jadwal demi perkembangan bayi.
Pada ibu hamil yang terkena Covid-19, beberapa vitamin C, D, dan E mungkin perlu ditambah. Konsumsi sayuran dan buah-buahan yang cukup memang bisa menyumbang vitamin-vitamin tersebut.
Namun jika merasa masih kekurangan kebutuhan vitamin, maka pasien Covid-19 ibu hamil bisa mengonsumsi suplemen tambahan.
Pastikan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen multivitamin.
7. Mendapat vaksin Covid-19
Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) telah merekomendasikan pemerintah untuk ikut melakukan vaksinasi Covid-19 pada ibu hamil.
Caroline juga mengatakan, vaksinasi Covid-19 pada ibu hamil yang telah positif Covid-19 tetap diperlukan untuk membentuk imunitas.
"Setiap orang kan enggak pernah tahu berapa lama imunitas yang terbentuk itu bisa bertahan, makanya perlu vaksin Covid-19. Ibu hamil yang sudah positif juga harus tetap divaksin Covid-19, nanti kekebalannya bisa transfer ke bayi. Jadi sekaligus melindungi bayinya juga," jelas dia.
Vaksinasi Covid-19 pada ibu hamil memang sudah mendapat 'lampu hijau' dari POGI. Namun Kementerian Kesehatan saat ini masih belum mengeluarkan izin dan tatalaksana vaksinasi Covid-19 pada ibu hamil.
"POGI tinggal nunggu saja dari Kemenkes pelaksanaannya seperti apa, kalau sudah keluar, ibu hamil bisa langsung mendapat vaksin Covid-19," pungkas Caroline.
Jakarta, CNN Indonesia --
Ibu hamil termasuk dalam kelompok yang rentan terpapar Covid-19. Infeksi Covid-19 tak pernah pilih-pilih orang. Usia tua-muda, laki-laki atau perempuan, bisa terinfeksi Covid-19. Kondisi serupa pun bisa menimpa ibu hamil.
Lalu, bagaimana kiat isolasi mandiri pada ibu hamil agar tetap sehat dan segera sembuh dari Covid-19?
Menjaga kesehatan kehamilan sangat penting agar ibu dan bayi lahir selamat. Namun saat kasus Covid-19 terus melonjak seperti saat ini, virus bisa menyebar kapan dan di mana saja, ibu hamil pun semakin rentan terpapar.
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan dari Omni Hospital Pulomas, Jakarta, Caroline Tirtajasa mengatakan, ibu hamil yang terkena Covid-19 tanpa gejala atau bergejala ringan bisa melakukan isolasi mandiri.
Saat isolasi mandiri, ada beberapa hal yang harus tetap dilakukan agar ibu dan bayi tetap sehat, sekaligus agar cepat sembuh dari Covid-19.
"Isolasi mandiri itu kan berarti ibu hamil sudah kena Covid-19, artinya bagaimana dia supaya tetap sehat kehamilannya dan supaya cepat negatif Covid-19," kata Caroline saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (6/7).
Berikut beberapa hal yang harus dilakukan ibu hamil saat isolasi mandiri agar cepat sehat.
1. Makan makanan sehat
Caroline menjelaskan, ibu hamil yang terkena Covid-19 harus lebih menjaga pola makan sehat bergizi.
Sama seperti pasien Covid-19 yang isolasi mandiri lainnya, ibu hamil mesti makan makanan sehat. Makanan sehat yang dimaksud terdiri dari karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayur, serta buah.
"Untuk karbohidrat tidak harus nasi putih, ada nasi merah, nasi coklat, bisa juga ubi, singkong, atau talas yang indeks glikemiknya rendah," kata Caroline.
Ia juga meminta ibu hamil lebih selektif saat memilih makanan. Hindari makanan olahan, fast food, dan makanan tinggi gula dan garam, dan makanan yang mengandung bahan pengawet.
Umumnya konsumsi air putih harian yakni 2 liter sehari. Namun pada ibu hamil, konsumsi air putih ini harus sedikit lebih banyak supaya tidak terjadi kehilangan cairan atau dehidrasi.
Caroline menyarankan konsumsi air mineral sebanyak 2,5-3 liter sehari. Ibu hamil yang sedang isolasi mandiri bisa minum air putih sedikit demi sedikit setiap jam.
Ia juga tidak menyarankan minum banyak air putih di satu waktu karena bisa menyebabkan perut kembung dan rasa tidak nyaman di perut.
"Ini air putih ya. Enggak termasuk jus susu, dan lain lain. Minum 2,5-3 liter itu air putih saja," ucapnya.
3. Tidur 8 jam sehari
Selain makan makanan bergizi seimbang, ibu hamil yang positif Covid-19 juga mesti mendapat istirahat cukup. Tidur cukup 8 jam sehari dan berkualitas bisa membantu proses penyembuhan penyakit.
"Tidur itu juga memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak jadi sangat diperlukan untuk tetap sehat," kata Caroline.
Selain tidur di malam hari, Caroline juga mengatakan ibu hamil boleh tidur siang ketika merasa lelah. Tidur siang kurang lebih selama satu jam bisa membuat tubuh kembali bugar dan fit.
Simak panduan isolasi mandiri atau isoman pada ibu hamil lainnya di halaman berikut.
Panduan Isoman Ibu Hamil Agar Cepat Sembuh Covid-19
Berikut beberapa hal yang harus dilakukan ibu hamil saat isolasi mandiri agar cepat sehat dan sembuh dari Covid-19. (iStockphoto/Panupat Ratanawechtrakul)
4. Yoga pada kehamilan
Saat isolasi mandiri, ibu hamil disarankan tetap berolahraga. Jalan santai di pagi hari sebenarnya sangat disarankan. Tapi pada kondisi positif Covid-19, keluar rumah harus dihindari agar tak terjadi penularan lebih masif.
Karena tak bisa berolahraga ringan di luar rumah, ibu hamil yang positif Covid-19 disarankan melakukan latihan yoga khusus kehamilan.
Latihan yoga khusus kehamilan membantu ibu hamil melatih pernapasan yang akan memudahkan proses kehamilan. Yoga pada kehamilan juga dianggap sebagai olahraga ringan yang baik untuk kesehatan ibu hamil.
Berjemur di bawah sinar matahari pagi merupakan cara alami untuk mendapatkan vitamin D. Pada ibu hamil vitamin D merupakan nutrisi penting yang dapat mendukung pertumbuhan janin dan menjaga kesehatan ibu.
Pada pasien Covid-19, vitamin D diperlukan untuk mengurangi respons inflamasi terhadap infeksi SARS-CoV-2. Sehingga asupan vitamin D pada ibu hamil yang positif Covid-19 sangat diperlukan.
Caroline menyarankan ibu hamil tetap berjemur di pagi hari setiap pukul 07.00 WIB selama 15 menit. Saat berjemur, hindari berkomunikasi dengan orang luar, dan tetap menggunakan masker.
"Berjemur itu harus. Pagi hari 15 menit cukup mulai pukul 7 pagi, hindari berjemur di atas jam 8 karena terlalu terik," ucap Caroline.
6. Minum vitamin
Pada kandungan usia tertentu, ibu hamil biasanya telah diresepkan vitamin kehamilan oleh dokter. Vitamin kehamilan ini tidak boleh terlewatkan dan harus diminum sesuai jadwal demi perkembangan bayi.
Pada ibu hamil yang terkena Covid-19, beberapa vitamin C, D, dan E mungkin perlu ditambah. Konsumsi sayuran dan buah-buahan yang cukup memang bisa menyumbang vitamin-vitamin tersebut.
Namun jika merasa masih kekurangan kebutuhan vitamin, maka pasien Covid-19 ibu hamil bisa mengonsumsi suplemen tambahan.
Pastikan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen multivitamin.
7. Mendapat vaksin Covid-19
Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) telah merekomendasikan pemerintah untuk ikut melakukan vaksinasi Covid-19 pada ibu hamil.
Caroline juga mengatakan, vaksinasi Covid-19 pada ibu hamil yang telah positif Covid-19 tetap diperlukan untuk membentuk imunitas.
"Setiap orang kan enggak pernah tahu berapa lama imunitas yang terbentuk itu bisa bertahan, makanya perlu vaksin Covid-19. Ibu hamil yang sudah positif juga harus tetap divaksin Covid-19, nanti kekebalannya bisa transfer ke bayi. Jadi sekaligus melindungi bayinya juga," jelas dia.
Vaksinasi Covid-19 pada ibu hamil memang sudah mendapat 'lampu hijau' dari POGI. Namun Kementerian Kesehatan saat ini masih belum mengeluarkan izin dan tatalaksana vaksinasi Covid-19 pada ibu hamil.
"POGI tinggal nunggu saja dari Kemenkes pelaksanaannya seperti apa, kalau sudah keluar, ibu hamil bisa langsung mendapat vaksin Covid-19," pungkas Caroline.