5 Cara Agar WFH Bebas Burnout

tim, CNN Indonesia | Kamis, 29/07/2021 20:39 WIB
Tuntutan pekerjaan yang lebih berat dan banyak saat work from home (wfh), ternyata juga bisa menyebabkan burnout. Tuntutan pekerjaan yang lebih berat dan banyak saat work from home (wfh), ternyata juga bisa menyebabkan burnout. ( iStock/pcess609)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tuntutan pekerjaan yang lebih berat dan banyak saat work from home (wfh), ternyata juga bisa menyebabkan burnout.

Burnout atau stres berat ini bisa disebabkan oleh lingkungan dan pekerjaan dengan tingkat kesulitan tinggi tanpa jeda yang terus-menerus dialami para karyawan.

"Burnout seringkali menjadi masalah bagi karyawan saat sedang melakukan rutinitas pekerjaan. Apalagi di tengah situasi pandemi seperti sekarang yang mengharuskan karyawan untuk bekerja di rumah," ujar Prita Yulia Maharani, Tim psikolog Riliv dalam pernyataannya.


Stres berat yang menimpa seorang karyawan atau dikenal dengan istilah burnout bukanlah situasi yang bisa dianggap sepele. Bukan cuma Dampaknya bisa meluas hingga ke kehidupan pribadi dan sosial Anda.

Tak cuma berefek pada pekerjaan dan kehidupan pribadi dengan orang lain, burnout juga bisa mengganggu ketenangan emosional dirinya sendiri. Jika tak segera diatasi, burnout bakal menjadi 'penyakit pikiran' yang menetap.

Atasi dengan segera agar penyakit pikiran ini tak mengganggu produktivitas dan kehidupan Anda. Namun yang menjadi catatan, mengatasi burnout bukan cuma tugas karyawan tapi juga perusahaan.

Berikut lima cara yang dapat diterapkan perusahaan dan karyawan, baik ketika sedang bekerja di kantor atau rumah:

1. Memahami Pengaruh Negatif Burnout Bagi Karyawan

Memberikan usul kepada atasan atau manajer terkait manajemen stres dan perasaan letih saat bekerja tidak selalu buruk.

Perusahaan juga sebaiknya menyediakan layanan konseling untuk karyawan yang memiliki masalah burnout.

2. Mengatur Jam Kerja Karyawan

Bicarakan soal jam kerja kepada atasan. Jika anda masuk pukul 08.00 namun belum diberi izin untuk pulang pada pukul 21.00, Anda boleh mengajukan keberatan.

Jangan mentang-mentang bekerja dari rumah, karyawan bisa dipekerjakan 24 jam sehari. Ungkapkan kepada atasan bahwa dampak burnout karyawan akan berimbas pada banyak hal.

3. Memperbaiki budaya Kerja

Budaya kerja yang sehat bisa meminimalisir risiko burnout yang dialami karyawan.

Budaya kerja perusahaan yang transparan, atasan selalu mengapresiasi usaha karyawan, dan memperhatikan work life balance akan lebih meningkatkan kesejahteraan karyawan. Selain burnout, hal ini juga akan mengurangi keinginan karyawan untuk resign pun semakin berkurang.

4. Atur Jadwal Pertemuan Untuk Evaluasi
Berinteraksi dengan atasan bisa jadi cara untuk menangkal burnout.Saling berinteraksi dalam membenahi masalah pekerjaan dari mulai waktu dan sistem kerja bisa anda sampaikan saat pertemuan berlangsung.

Untuk atasan, tampung setiap pendapat dari masing-masing karyawan. 'Suara' mereka sangat penting sebagai bahan evaluasi atas kemajuan perusahaan. Dengan begitu, karyawan seakan lebih dihargai agar terhindar dari sikap 'acuh tak acuh'.

(tst/chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK