Jakarta, CNN Indonesia -- Tugu Jam Thamrin yang berada di tengah jalan MH Thamrin dan di seberang pusat perbelanjaan Sarinah telah menjadi saksi bisu banyak peristiwa di Jakarta, mulai kemacetan, banjir, demonstrasi hingga kasus terorisme.
Saat ini, di tengah pembangunan akses transportasi MRT Jakarta Fase 2A rute Bundaran HI-Kota Tua, Menara Jam Thamrin yang merupakan Cagar Budaya berusia 52 tahun ini akan pindah lokasi.
Dalam proses pemindahan ini, PT MRT Jakarta melakukan berbagai kajian dengan berbagai pihak, di antaranya tim ahli cagar budaya, arsitektur dan struktur, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hasil kajian MRT itu, pemindahan Tugu Jam akan dilakukan dengan cara memotongnya menjadi tiga bagian.
Yakni, bagian puncak yang terdiri dari rumah jam, bagian kedua adalah badan tugu yang memiliki kanopi, dan bagian ketiga ialah bagian kaki atau lokasi yang saat ini berfungsi sebagai pos polisi.
Setelah dipotong menjadi tiga bagian, Menara Jam Thamrin akan disimpan sementara di kawasan Monumen Nasional (Monas) dengan tetap memperhatikan aspek pelestarian dan pengamanannya.
PT MRT Jakarta berjanji akan dikembalikan Tugu Jam pada lokasi asalnya dalam kondisi yang lebih baik setelah pekerjaan konstruksi rampung.
Pengingat "setengah abad"
Menara Jam Thamrin sudah mulai dibangun perempatan Sarinah sejak Mei 1969.
Tingginya 12,5 meter, dengan penampang berukuran 1,7 meter.
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
[Gambas:Instagram]
[Gambas:Video CNN]
Tugu Jam Thamrin, Saksi Bisu Banjir hingga Bom Sarinah
Tugu Jam Thamrin yang akan dipindahkan ke Monumen Nasional hingga proyek MRT Fase 2 selesai. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Mengutip keterangan dari Youtube MRT Jakarta, bangunan Cagar Budaya ini ialah hadiah dari perusahaan asal Swiss, Enicar SA.
Lalu pada 21 Juni 1969, Tugu Jam ini diresmikan oleh pemerintah Indonesia.
Di masa itu melirik jam di telepon genggam atau jam tangan pintar tentu saja belum jadi tren, sehingga banyak pengguna jalan atau karyawan perkantoran di sekitarnya yang melihat jam besar dengan angka Romawi ini sebagai acuan waktu.
Lebih dari lima dekade, Menara Jam Thamrin juga melihat pesatnya perkembangan kota Jakarta.
Pembangunan restoran siap saji dan kedai kopi asal Amerika, hotel berbintang, hingga peremajaan bus kota menjadi TransJakarta ikut disaksikannya. Kini berikut pembangunan jalur MRT yang berada di bawahnya.
Mata penduduk Indonesia ikut terpusat ke Tugu Jam ini saat kasus Bom Sarinah pada 14 Januari 2016.
Tak lebih dari dua minggu sejak warga Jakarta dan sekitarnya merayakan Tahun Baru di Bundaran HI, sekelompok teroris menembaki dan mengebom pos polisi yang berada menyatu dengan menara.
Serangan tersebut menyebabkan delapan orang tewas, empat di antaranya ialah teroris. Sementara itu, 24 orang terluka.
[Gambas:Photo CNN]
[Gambas:Infografis CNN]