Deretan Gang di Jakarta yang Populer akan Kulinernya
3. Gang Kelinci
Gang Kelinci mungkin kini lebih populer sebagai lagu yang dinyanyikan mendiang Lilis Suryani. Lagu ini merupakan ciptaan Titiek Puspa dan rilis pada 1963. Hanya saja, Gang Kelinci ini memang lokasi yang benar-benar ada di kawasan Jakarta atau lebih tepatnya di samping Pasar Baru, Jakarta Pusat.
Pasar Baru yang tumbuh jadi kawasan belanja elit di masa kolonial turut meramaikan Gang Kelinci. Kawasannya padat, seperti yang tersirat di lirik lagu 'Gang Kelinci', "Mungkin dulu kerajaan kelinci, karena manusia bertambah banyak..".
Di sini Anda wajib menyicip Bakmi Gang Kelinci yang sudah ada sejak 1957. Bakmi ini makin besar dan populer sehingga ada beberapa cabang di Jakarta. Selain itu ada pula Bakmi Aboen yang menjajakan bakmi dengan topping nonhalal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
4. Gang Jaksa
Gang Jaksa atau lebih dikenal dengan Jalan Jaksa terletak sekitar 1 kilometer dari Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat. Dulu Jalan Jaksa mungkin bisa disejajarkan dengan kawasan Prawirotaman, Yogyakarta sebab ramai wisatawan backpacker mancanegara.
Jalan Jaksa sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Kala itu mahasiswa Rechts Hogeschool Batavia (Akademi Hukum Jakarta) menetap di sini yang kemudian membuat jalan sepanjang 400 meter ini disebut Jalan Jaksa.
Jalan Jaksa begitu hidup di malam hari berkat kedai-kedai kopi, restoran dengan sajian lokal maupun mancanegara juga warung tenda. Namun situasi pandemi seperti sekarang membuat pesonanya meredup.
[Gambas:Video CNN]
Gang dikaitkan sebagai jalan sempit, sepi apalagi di malam hari. Namun nyatanya ada pula gang-gang yang menyimpan surga berupa kuliner dan tidak akan Anda temukan di tempat lain.
Jakarta, sebuah kota metropolitan dengan gedung-gedung tinggi juga restoran kenamaan, rupanya tidak kehilangan 'hidden gem'. Tanpa perlu memiliki tampilan mentereng atau pemasaran yang berlebihan, gang-gang berikut tetap menunjukkan pesonanya.
1. Gang Gloria
Bertandang ke kawasan Jakarta Barat, berarti wajib mampir di Glodok. Glodok memang memiliki suasana kultur Tionghoa yang kental terlebih jika Anda mengunjungi Gang Gloria.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gang ini siap memanjakan Anda dengan aneka kuliner lezat seperti nasi campur, nasi tim, mie kangkung, soto betawi Afung, Kari Lam, gado-gado, juga Kopi Es Tak Kie yang legendaris.
Kedai kopi ini berdiri sejak 1927. Dahaga akan terpuaskan dengan segelas kopi dingin baik kopi hitam maupun kopi susu.
Kedai Mi Kangkung si Jangkung, yang berada di ujung Gang Gloria, Glodok, jakarta Barat. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni) |
2. Gang Kalimati
Masih di kawasan Glodok, terdapat Gang Kalimati. Di sini kulinernya lebih kental citarasa orientalnya. Pun saat berkunjung, nuansa pecinan begitu terasa baik dari bangunan maupun dekorasinya.
Apa saja yang ada di sini? Anda bisa mencicipi soto tangkar Pak Jumanta yang sudah ada sejak 1971. Kemudian ada ci cong fan, sajian mirip kwetiaw terbuat dari tepung beras dan sedikit kanji. Ci cong fan disantap bersama kecap asin, sambal juga taburan bawang goreng.
Tak hanya itu, jangan lupa cicipi cempedak goreng, mie Belitung dan mipan atau kue dari tepung beras yang terbilang langka.
Tak hanya kuliner, di sini pun Anda sekaligus menikmati wisata sejarah. Terdapat bangunan bergaya klasik plus lampion dan jembatan merah. Anda pun seolah berada di setting serial China di masa kerajaan.
Jalan-jalan kuliner di antara gang di Jakarta lanjut ke sebelah..
Deretan Gang di Jakarta yang Populer akan Kulinernya - Bagian 2
Bakmi Gang Kelinci. (CNN Indonesia/ Yulia Adiningsih)
3. Gang Kelinci
Gang Kelinci mungkin kini lebih populer sebagai lagu yang dinyanyikan mendiang Lilis Suryani. Lagu ini merupakan ciptaan Titiek Puspa dan rilis pada 1963. Hanya saja, Gang Kelinci ini memang lokasi yang benar-benar ada di kawasan Jakarta atau lebih tepatnya di samping Pasar Baru, Jakarta Pusat.
Pasar Baru yang tumbuh jadi kawasan belanja elit di masa kolonial turut meramaikan Gang Kelinci. Kawasannya padat, seperti yang tersirat di lirik lagu 'Gang Kelinci', "Mungkin dulu kerajaan kelinci, karena manusia bertambah banyak..".
Di sini Anda wajib menyicip Bakmi Gang Kelinci yang sudah ada sejak 1957. Bakmi ini makin besar dan populer sehingga ada beberapa cabang di Jakarta. Selain itu ada pula Bakmi Aboen yang menjajakan bakmi dengan topping nonhalal.
4. Gang Jaksa
Gang Jaksa atau lebih dikenal dengan Jalan Jaksa terletak sekitar 1 kilometer dari Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat. Dulu Jalan Jaksa mungkin bisa disejajarkan dengan kawasan Prawirotaman, Yogyakarta sebab ramai wisatawan backpacker mancanegara.
Jalan Jaksa sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Kala itu mahasiswa Rechts Hogeschool Batavia (Akademi Hukum Jakarta) menetap di sini yang kemudian membuat jalan sepanjang 400 meter ini disebut Jalan Jaksa.
Jalan Jaksa begitu hidup di malam hari berkat kedai-kedai kopi, restoran dengan sajian lokal maupun mancanegara juga warung tenda. Namun situasi pandemi seperti sekarang membuat pesonanya meredup.

Kedai Mi Kangkung si Jangkung, yang berada di ujung Gang Gloria, Glodok, jakarta Barat. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)