Misteri Macetnya Kanal Suez yang Disebut Kutukan Mumi Firaun

CNN Indonesia | Kamis, 23/09/2021 20:30 WIB
Parade pemindahan mumi di Mesir pada April lalu disebut menjadi pemicu banyak tragedi, mulai dari tabrakan kereta hingga macetnya Terusan Suez. Parade pemindahan mumi di Mesir pada April lalu disebut menjadi pemicu banyak tragedi, mulai dari tabrakan kereta hingga macetnya Terusan Suez. (REUTERS/REUTERS TV)
Jakarta, CNN Indonesia --

"Kematian akan datang dengan cepat bagi mereka yang mengganggu kedamaian raja."

Demikian bunyi ukiran yang tertulis di makam Raja Tut di Mesir.

Tulisan dalam ukiran tersebut mengundang banyak persepsi, ada yang menganggapnya sebagai sekadar pesan terakhir dari almarhum, ada yang menganggapnya sebagai kalimat kutukan mumi firaun.


Sama seperti di Indonesia, masih banyak penduduk Mesir yang percaya dengan takhayul. Macetnya Terusan Suez, tabrakan kereta, kebakaran di pabrik garmen, hingga runtuhnya apartemen, dikaitkan dengan kutukan firaun - sebutan bagi penguasa Mesir - setelah digelarnya acara pemindahan 22 mumi yang berlangsung pada 3 April 2021.

Puluhan mumi raja dan ratu dari Kerajaan Baru antara 1539 SM dan 1075 SM itu dipindahkan dari Museum Mesir di Tahrir Square Kairo ke Museum Nasional Peradaban Mesir di Fustatand.

Mumi-mumi ditempatkan di peti dengan pengatur suhu - bahkan ada yang ditempatkan di peti kaca tembus pandang - dalam perjalanan yang berdurasi sekitar satu jam.

Proses yang dikawal oleh militer Mesir itu juga disiarkan secara langsung di televisi nasional.

Diyakini bahwa mumi ini awalnya dikubur sekitar 3.000 tahun yang lalu di makam rahasia di Valley of Kings (Lembah Para Raja) dan situs Deir el-Bahri di dekatnya.

Kedua daerah tersebut berada di dekat kota selatan Luxor. Penggalian makam dilakukan pada abad ke-19 untuk pertama kalinya.

Setelah itu, mumi diangkut melalui Sungai Nil dan dibawa ke Kairo dengan perahu.

Sisa-sisa Ramses II lalu dibawa ke Paris pada tahun 1976 untuk pekerjaan restorasi intensif oleh para ilmuwan Prancis.

Ini bukan pertama kalinya mumi dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Bahkan pada tahun 1881, mumi diambil dari Luxor, dimasukkan ke dalam perahu selama tiga hari hingga sampai di Kairo.

Parade mumi ini disebut sebagai magnet kedatangan wisatawan pascapandemi virus corona yang melumpuhkan sektor industri pariwisata Mesir.

Sebelumnya, pariwisata Mesir juga telah melemah akibat gejolak politik - menyusul pemberontakan rakyat 2011 yang menggulingkan otokrat lama Hosni Mubarak.

Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...



Misteri Macetnya Kanal Suez yang Disebut Kutukan Mumi Firaun

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK