HARI TELUR SEDUNIA

7 Mitos Soal Telur yang Tak Perlu Lagi Dipercaya

tim | CNN Indonesia
Jumat, 08 Okt 2021 12:33 WIB
Tahun ini, World Egg Day jatuh hari ini (8/10). Meski hanya sebutir, pangan satu ini kaya akan nutrisi penting. Foto: iStockphoto/stockcam

4. Telur sebaiknya disimpan di kulkas

Fakta: Telur disimpan di ruang dengan suhu stabil

Tidak ada kewajiban menyimpan telur di kulkas. Dilansir dari Insider, beda wilayah beda pula kebiasaannya. Di supermarket Inggris, Anda tidak akan menemukan telur di kulkas, berbeda dengan di Amerika Serikat.

Akan tetapi sebagai catatan, jika ingin menyimpan telur sebaiknya tidak di pintu kulkas. Bagian pintu rentan mengalami perubahan suhu sehingga lebih baik telur disimpan di wadah lalu diletakkan di bagian dalam kulkas agar segar lebih lama. Kemudian saat telur yang dingin ini keluar, sebaiknya segera dikonsumsi sebelum jadi lokasi ideal buat bakteri atau jamur.


5. Noda darah tanda telur suatu saat akan menetas

Fakta: Noda darah berasal dari pembuluh darah yang pecah saat pembentukan telur

Telur tidak selalu berwarna krem atau coklat bersih. Kadang ada bintik hingga noda darah. Ada yang menganggap, noda darah ini berarti telur sudah dibuahi dan siap menetas. Padahal ini biasanya berasal dari pembuluh darah yang pecah saat telur terbentuk.

Selain itu bisa juga disebabkan genetika ayam. Tidak perlu khawatir sebab telur masih bisa dikonsumsi seperti biasa.

Ilustrasi Teknik Memecahkan TelurFoto: Jakub Kapusnak/FoodiesFeed
Masih ada banyak mitos yang sebaiknya tak dipercaya soal telur

6. 'Benang' putih pada telur sebaiknya dibuang sebelum dimasak

Fakta: Komponen ini tidak berbahaya

Saat telur dipecah, Anda akan menemukan komponen mirip benang berwarna putih dan menempel pada kuning telur. Ini merupakan 'benang' yang menjaga kuning telur tetap di tempatnya atau disebut chalaze.

Anda tidak harus membuangnya sebelum telur diolah.

7. Terlalu banyak makan telur bikin bisulan

Fakta: Bisul tidak disebabkan konsumsi makanan tertentu

Hingga kini belum ada riset yang membuktikan bahwa konsumsi telur terus-menerus memicu bisul. Melansir dari Window of World, bisul disebabkan infeksi pada kulit. Pemicu infeksi antara lain, kontak fisik dengan orang yang memiliki bisul, kurang menjaga kebersihan badan, sistem imun lemah, kelebihan berat badan, masalah kulit seperti eksim, dan kebiasaan bercukur.

Sementara itu konsumsi telur bisa memicu alergi pada sebagian orang. Reaksi alergi berupa gatal, kulit kemerahan. Ini pun membuat orang menggaruk area yang gatal, timbul luka terbuka dan infeksi. Infeksi inilah yang bermanifestasi jadi bisul.

(els/chs)

[Gambas:Video CNN]
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER