6 Bioskop Lawas Shanghai, Saksi Periode Emas Sinema Tiongkok
4. Stellar International Cineplex
Bioskop terletak di Super Brand Mall, distrik Pudong. Awalnya bioskop bernama Bioskop Everbright yang dibangun pada 1932. Pada 1940-an, Bioskop Everbright merupakan salah satu bioskop dengan teknologi paling maju di Shanghai.
Selama pemerintahan Tentara Nasionalis, bioskop dijadikan Kantor Layanan Film Propaganda Pusat. Baru pada Juni 1948, Departemen Sastra dan Seni Shanghai menamainya Teater Internasional sampai 2009 lalu diubah jadi Stellar International Cineplex.
Grand Cinema. (ScareCriterion12 via Wikimedia Commons (CC-BY-SA-4.0) |
5. Grand Cinema
Grand Cinema (Dà Guāngmíng Diànyǐngyuàn) awalnya dibangun pada 1928 di Park Road (kini disebut Nanjing Xi Lu). Setelah beroperasi kurang dari 3 tahun, bioskop bangkrut dan ditutup. Melansir dari laman Cinema Treasure, pada 1932 China, Inggris dan AS bersama membangun kembali Grand Cinema dengan merekrut arsitek Ceko-Hungaria, Ladislaus Hudec.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bioskop dibuka kembali pada 1933 lewat pemutaran film Hollywood 'Hell Below'. Tak butuh waktu lama, Grand Cinema jadi lokasi hiburan paling populer. Di sini bertaburan film-film produksi 20th Century Fox dan Metro-Goldwyn-Mayer. Di sini juga salah satu bioskop yang melayani terjemahan simultan untuk film-film berbahasa Inggris.
Pada 2007, bioskop direnovasi besar-besaran demi mengembalikan keindahan interior yang sempat 'menderita' di era Revolusi Kebudayaan. Selain eksterior yang memikat, pengunjung akan menemukan Screen One asli yang bisa menampung lebih dari 1.500 orang bersama lima ruang baru yang menawarkan suara kitar (surround sound).
Bioskop Hengshan. (iStockphoto/gionnixxx) |
6. Bioskop Hengshan
Nama Hengshan diambil dari nama jalan di mana bangunan bioskop berdiri. Bioskop Hengshan (SFC New Heng Shan Cinema) dibuka pada 1951. Ini merupakan bioskop pertama yang dibangun usai perang saudara di Tiongkok
Dari luar, bangunan memang tampak modern. Bangunan yang Anda lihat kini memang berbeda dengan bangunan awal. Dulu struktur bangunan begitu pendek, sebuah cerminan estetika Sosialis baru plus mahkota bintang merah Komunis. Pada 2009, firma arsitektur Naço disewa untuk memperbaiki kerusakan tanpa mencopot mahkotanya.
[Gambas:Video CNN]
Meski serba terbatas, belakangan pembukaan sejumlah bioskop memberikan angin segar buat penikmat film. Selalu ada sensasi pengalaman luar biasa menyaksikan tayangan dalam format layar perak.
Mungkin ini pula yang dirasakan masyarakat China, khususnya Shanghai di 1930-an.
Bioskop-bioskop Shanghai jadi saksi gemerlap dunia sinema kala itu. Dilansir dari The Culture Trip, survei pada 1934 menemukan ada 53 bioskop di Shanghai. Ini membuat Shanghai punya reputasi kota dengan bioskop terbanyak di Asia dan kedelapan di dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kota ini masih menunjukkan kecintaannya terhadap film. Bioskop-bioskop sudah dilengkapi teknologi canggih. Namun sebaiknya Anda menyempatkan diri mampir ke enam bioskop untuk merasakan lagi kejayaan sinema di 1930-an.
1. Bioskop Xinguang
Dibuka pada 1930, Bioskop Xinguang (Xin Guang Ying Yi Yuan) awalnya bernama The Strand Theatre. Bangunan bioskop bergaya art deco ini jadi bioskop yang menayangkan film dengan suara pertama Shanghai yakni Sing-Song Red Peony.
Melansir dari Timeout Shanghai, film roman ini merupakan produksi studio lokal Mingxing Film Company. Film tayang pada 15 Maret 1936, seminggu setelah kunjungan Charlie Chaplin bersama legenda Opera Peking, Mei Lanfang.
Kunjungan ke Bioskop Xinguang akan membawa Anda ke atmosfer Shanghai di masa lampau.
Mengutip dari Smart Shanghai, bioskop hanya memiliki kapasitas 380 tempat duduk, tanpa teknologi IMAX. Di sini banyak digelar pertunjukan teater berbahasa Mandarin. Sedangkan satu ruang pemutaran besar hanya untuk dua atau tiga pemutaran film.
Lihat Juga : |
2. Bioskop Zhejiang
Kali pertama melihat bangunan Zhèjiāng Diànyǐngyuàn alias Bioskop Zhejiang, Anda akan disuguhi garis lengkung dan pagar besi yang indah khas bangunan 1930-an. Interior bangunan tidak banyak berubah sejak pertama kali 340 kursi bioskop terisi.
Penonton film kebanyakan masyarakat lokal yang ingin menikmati film lokal maupun Hollywood. Tiket film di sini kerap lebih murah daripada bioskop modern.
Pada 2012 bioskop terancam dibongkar. Namun aksi protes yang dipimpin Ruan Yi San, aktivis pelestarian, mampu menyelamatkan salah satu ikon sarat sejarah di Shanghai ini.
3. Bioskop Cathay
Bioskop Cathay (Shànghǎi Guo Tài Diànyǐngyuàn) dibangun pada 1930 dan sempat direnovasi pada 2003. Bioskop dibuka pada 1932 bersamaan dengan perayaan tahun baru. Kala itu, Bioskop Cathay merupakan yang terbesar di Shanghai dengan kapasitas tempat duduk untuk lebih dari seribu penonton.
Bioskop dirancang oleh arsitek asal Ceko, C.H. Gonda yang juga bertanggung jawab akan rancangan China Construction Bank dan Capitol Theatre yang termasyhur. Bioskop pun kerap jadi tuan rumah pemutaran perdana film.
Sayangnya kini bioskop besar ini dipecah jadi tiga bioskop terpisah. Interior megahnya sebagian besar ditutup. Namun tampilan luar bangunan masih tegap bertahan.
Film yang ditawarkan biasanya ada dua film China dan satu film asing dengan harga tiket yang berubah tergantung waktu. Semakin malam, semakin mahal harganya.
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
6 Bioskop Lawas Shanghai, Saksi Periode Emas Sinema Tiongkok
Bioskop Cathay, salah satu tempat pemutaran film yang legendaris di Shanghai. (iStockphoto/gionnixxx)
4. Stellar International Cineplex
Bioskop terletak di Super Brand Mall, distrik Pudong. Awalnya bioskop bernama Bioskop Everbright yang dibangun pada 1932. Pada 1940-an, Bioskop Everbright merupakan salah satu bioskop dengan teknologi paling maju di Shanghai.
Selama pemerintahan Tentara Nasionalis, bioskop dijadikan Kantor Layanan Film Propaganda Pusat. Baru pada Juni 1948, Departemen Sastra dan Seni Shanghai menamainya Teater Internasional sampai 2009 lalu diubah jadi Stellar International Cineplex.
Grand Cinema. (ScareCriterion12 via Wikimedia Commons (CC-BY-SA-4.0) |
5. Grand Cinema
Grand Cinema (Dà Guāngmíng Diànyǐngyuàn) awalnya dibangun pada 1928 di Park Road (kini disebut Nanjing Xi Lu). Setelah beroperasi kurang dari 3 tahun, bioskop bangkrut dan ditutup. Melansir dari laman Cinema Treasure, pada 1932 China, Inggris dan AS bersama membangun kembali Grand Cinema dengan merekrut arsitek Ceko-Hungaria, Ladislaus Hudec.
Bioskop dibuka kembali pada 1933 lewat pemutaran film Hollywood 'Hell Below'. Tak butuh waktu lama, Grand Cinema jadi lokasi hiburan paling populer. Di sini bertaburan film-film produksi 20th Century Fox dan Metro-Goldwyn-Mayer. Di sini juga salah satu bioskop yang melayani terjemahan simultan untuk film-film berbahasa Inggris.
Pada 2007, bioskop direnovasi besar-besaran demi mengembalikan keindahan interior yang sempat 'menderita' di era Revolusi Kebudayaan. Selain eksterior yang memikat, pengunjung akan menemukan Screen One asli yang bisa menampung lebih dari 1.500 orang bersama lima ruang baru yang menawarkan suara kitar (surround sound).
Bioskop Hengshan. (iStockphoto/gionnixxx) |
6. Bioskop Hengshan
Nama Hengshan diambil dari nama jalan di mana bangunan bioskop berdiri. Bioskop Hengshan (SFC New Heng Shan Cinema) dibuka pada 1951. Ini merupakan bioskop pertama yang dibangun usai perang saudara di Tiongkok
Dari luar, bangunan memang tampak modern. Bangunan yang Anda lihat kini memang berbeda dengan bangunan awal. Dulu struktur bangunan begitu pendek, sebuah cerminan estetika Sosialis baru plus mahkota bintang merah Komunis. Pada 2009, firma arsitektur Naço disewa untuk memperbaiki kerusakan tanpa mencopot mahkotanya.

Grand Cinema. (ScareCriterion12 via Wikimedia Commons (CC-BY-SA-4.0)
Bioskop Hengshan. (iStockphoto/gionnixxx)


