Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 326 pria Inggris harus mendapat perawatan setelah mengalami ereksi berjam-jam. Ereksi berkepanjangan seperti ini atau disebut priapisme bisa menimbulkan rasa sakit.
Dibanding satu dekade lalu, jumlah kasus priapisme di Inggris mengalami peningkatan sebanyak 16 persen.
Ereksi sendiri merupakan kondisi penis yang mengeras akibat jaringan lunak di dalamnya terisi darah. Ereksi bisa terjadi akibat rangsangan seksual atau hal-hal lain di luar aktivitas seksual. Melansir dari Medical News Today, umumnya ereksi bertahan dalam hitungan menit sampai maksimal 30 menit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Orang yang mengalami priapisme, ereksi bisa berlangsung terus-menerus, selama berjam-jam bahkan tanpa stimulasi seksual. Apa penyebabnya?
Melansir Mayo Clinic, ereksi akan melibatkan aliran darah, pembuluh darah juga saraf maupun otot lunak. Priapisme terjadi saat sebagian sistem mengalami masalah.
1. Gangguan darah
Terdapat penyakit yang berhubungan dengan darah sehingga mengakibatkan priapisme. Gangguan ini meliputi, sickle cell disease (penyakit sel sabit) di mana sel darah merah cacat atau rusak, leukimia, juga penyakit darah lain seperti, thalasemia dan multiple myeloma.
2. Terapi pengobatan tertentu
Priapisme kemungkinan timbul sebagai efek samping pengobatan untuk kondisi kesehatan tertentu misalnya, obat-obatan yang disuntikkan langsung ke penis untuk mengatasi disfungsi ereksi, antidepresan (misal, fluoxetine, bupropin, tradozone), obat-obatan untuk gangguan kecemasan (hydroxyzine, risperidone, olanzapine), obat pengencer darah, terapi hormon, juga obat-obatan untuk terapi pasien attention-deficit atau hyperactivity disorder (ADHD).
3. Konsumsi alkohol dan obat-obatan
Alkohol, ganja, kokain dan obat-obatan terlarang lainnya bisa menimbulkan priapisme khususnya priapisme iskemik.
4. Cedera
Priapisme bisa akibat cedera atau trauma pada penis, pelvis atau area antara penis dan anus atau perineum.
Di samping itu ada penyebab priapisme lainnya seperti gigitan serangga beracun, gangguan metabolik, gangguan saraf juga kanker yang melibatkan penis.
Gejala Priapisme, Ereksi Berjam-jam
Foto: Istockphoto/Staras
Gejala priapisme
Gejala priapisme tergantung dari jenis priapisme. Dalam dunia medis dikenalada dua tipe utama priapisme yakni priapisme iskemik dan priapismen non-iskemik.
1. Priapisme Iskemik
Priapisme iskemik atau priapisme aliran rendah terjadi akibat darah tidak dapat meninggalkan penis. Darah terperangkap, tidak bisa mengalir keluar penis akibat masalah dengan kontraksi otot polos dalam jaringan ereksi penis. Priapisme tipe ini merupakan yang paling umum terjadi dan perlu perawatan medis segera agar tidak menimbulkan komplikasi termasuk impotensi.
Gejalanya antara lain:
* ereksi berlangsung lebih dari 4 jam, tanpa rangsangan seksual
* batang penis kaku tapi ujungnya lunak
* nyeri penis makin memburuk
* ereksi berulang atau intermiten atau disebut stuttering priapism. Sering terjadi pada pria dengan kelainan bawaan berupa penyakit sel sabit.
2. Priapisme non-iskemik
Priapisme ini kerap disebut priapisme aliran tinggi. Priapisme non-iskemik terjadi akibat aliran darah melalui penih tidak bekerja dengan baik. Penis terus mengeras karena terus menerima aliran darah dan oksigen. Kondisi ini kerap terjadi akibat trauma.
Gejalanya antara lain:
* ereksi berlangsung lebih dari 4 jam, tanpa berkaitan dengan stimulasi seksual
* batang penis tegak tapi tidak sepenuhnya kaku
* biasanya tidak menimbulkan rasa sakit
Saat menemukan ereksi berlangsung lama bahkan lebih dari 4 jam, sebaiknya segera ke dokter. Di sini dokter akan mengecek dan mendiagnosis jika ini priapisme iskemik atau non-iskemik.