Apa Itu Hari Tasyrik dan Amalan yang Bisa Dilakukan

CNN Indonesia
Minggu, 10 Jul 2022 17:30 WIB
Setelah momen Iduladha, umat Islam memasuki Hari Tasyrik. Apa itu hari Tasyrik? Dan, apa saja amalan yang bisa dilakukan? Ilustrasi. Umat Muslim harus mengenal apa itu hari Tasyrik. (iStockphoto/RasselOK)
Jakarta, CNN Indonesia --

Setelah momen Iduladha, umat Islam memasuki Hari Tasyrik. Apa itu hari Tasyrik?

Pada kalender Hijriah, hari Tasyrik akan jatuh dua hingga tiga hari setelah Iduladha. Kala itu, jemaah yang menunaikan ibadah haji sedang berada di Mina untuk melempar jumrah.

Di hari Tasyrik pula, umat Islam dilarang berpuasa. Mengutip buku Rahasia Dahsyat Energi Sapu Jagat yang ditulis M Ghofur Khalil, Hadis Riwayat Thabrani menuliskan bahwa hari Tasyrik merupakan hari untuk makan dan minum.

Larangan untuk makan dan minum di hari Tasyrik juga tercantum dalam HR Al Bukhari dan Muslim:

نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ الْفِطْرِ وَالنَّحْرِ. رواه البخاري ومسلم

"Nabi SAW melarang berpuasa pada hari [raya] Fitri dan Kurban [Iduladha]."

Mengapa umat Islam dilarang berpuasa di hari Tasyrik? Jawabannya adalah karena pada hari-hari tersebut umat Islam masih diperkenankan untuk menyembelih hewan kurban. Dengan demikian, santapan daging akan tersaji di meja makan.

Namun demikian, ada sejumlah perbedaan pendapat soal apa itu hari Tasyrik. Mengutip NU Online, utamanya terletak pada jumlah hari.

Beberapa ulama berpendapat bahwa hari Tasyrik berjumlah dua hari. Sementara sebagian ulama lainnya mengatakan bahwa hari Tasyrik terdiri dari tiga hari.

وأيام التشريق ثلاثة بعد يوم النحر سميت بذلك لتشريق الناس لحوم الأضاحى فيها وهو تقديدها ونشرها في الشمس

"Hari Tasyrik adalah sebutan bagi tiga hari [11, 12, 13 Zulhijah) setelah hari nahar [10 Zulhijah]. Tiga hari itu dinamai demikian karena orang-orang menjemur daging kurban di waktu tersebut, yaitu mendendeng dan menghampar daging pada terik matahari" (Al-Imam An-Nawawi, Al-Minhaj, Syarah Shahih Muslim Ibnil Hajjaj, juz IV).

Tak cuma itu, sejumlah ulama juga berpendapat bahwa di hari Tasyrik, umat Islam menjemur daging untuk menjadikannya dendeng. Lain pendapat mengatakan, dinamai hari Tasyrik karena hewan kurban tidak disembelih, kecuali setelah matahari memancarkan sinarnya.

Amalan Hari Tasyrik

Ilustrasi perempuan muslim berdoaIlustrasi apa itu hari Tasyrik. (iStock/Tinnakorn Jorruang)

Apa pun itu, yang jelas hari Tasyrik menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk memperbanyak amal ibadah. Salah satu yang dianjurkan dilakukan di hari Tasyrik adalah berzikir. Hari ini juga disebut sebagai waktunya umat Islam untuk memperbanyak zikir.

Misalnya saja, berzikir kepada Allah SWT dengan bertakbir setelah menunaikan salat wajib. Hal ini dianjurkan dilakukan hingga akhir hari Tasyrik.

Selain itu, umat Islam juga disarankan untuk membaca tasmiyah (bismillah) dan takbir saat menyembelih hewan kurban. Termasuk juga berzikir dan memuji Allah SWT ketika makan dan minum, yaitu dengan membaca bismillah saat memulainya dan mengakhirinya dengan ucapan hamdallah.

Jadi, apa itu hari Tasyrik? Dari penjelasan di atas, bisa diartikan bahwa hari Tasyrik adalah bentuk kasih sayang Allah SWT pada umat-Nya.

Di satu sisi, Allah SWT memberikan peluang pada umat-Nya untuk menikmati berbagai hidangan yang tersedia. Namun, kenikmatan itu dibuat seimbang dengan mengingatkan umat-Nya untuk memperbanyak amal ibadah dengan berzikir.

(tim/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER