Kisah Pilu Pria 24 Tahun Meninggal Dunia karena Demensia

CNN Indonesia
Minggu, 11 Jan 2026 19:30 WIB
Ilustrasi. Seorang pria 24 tahun asal Inggris meninggal dunia karena demensia. (iStock/Sewcream)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kisah pilu menimpa seorang pria 24 tahun asal Norfolk, Inggris. Ia meninggal dunia usai menderita demensia di usia yang masih sangat muda.

Kisah ini dialami oleh Andre Yarham, pria muda asal Dereham, Norfolk. Saat usianya baru menginjak 23 tahun, ia harus didiagnosis demensia frontotemporal (FTD). Nama terakhir merupakan bentuk penyakit langka yang disebabkan oleh mutasi protein.

Sang ibu, Samantha Fairbairn mulai menyadari perilaku ganjil Yarham pada November 2022. Ia mengatakan, Yarham jadi pribadi yang mudah lupa.

Hasil pemindaian menunjukkan penyusutan otak yang tidak biasa. Yarham pun dirujuk ke Rumah Sakit Addenbroke, Cambridge. Hasilnya, ia didiagnosis demensia di usia yang masih sangat muda.

Yarham menjalani perawatan sejak September 2025, usai kebutuhannya semakin berat untuk hanya ditangani keluarganya. Lebih dari sebulan usai dirawat, Yarham harus menggunakan kursi roda.

Sebulan sebelum meninggal dunia, Yarham kehilangan kemampuan bicaranya dan hanya mengeluarkan suara.

"Tapi ia [Yarham] mempertahankan kepribadiannya, selera humornya, tawanya, dan senyumnya hingga akhir hayatnya," ujar Fairbairn, menukil The Independent.

Yarham pun meninggal dunia pada 27 Desember lalu usai berjuang melawan demensia.

Lewat apa yang terjadi pada Yarham, Fairbairn ingin agar orang-orang menyadari bahwa demensia tak kenal usia. Ia bahkan yakin, putranya merupakan salah satu pasien demensia termuda.

"Demensia adalah penyakit yang sangat kejam. Saya tidak akan mendoakan penyakit ini menimpa siapa pun," ujar Fairbairn.

Fairbairn membandingkan demensia dengan kanker. Menurutnya, pasien kanker masih bisa menjalani radioterapi, kemoterapi, bahkan mengalami remisi jika melakukan pengobatan dengan baik.

"Namun, untuk demensia, tidak ada yang bisa dilakukan," ujarnya.

Kini, keluarga menyumbangkan otak Yarham untuk modal penelitian demensia usia muda di RS Addenbrooke.

"Jika di masa depan hal itu dapat membantu satu keluarga mendapatkan beberapa tahun lagi bersama orang yang mereka cintai, maka itu akan sepadan," ujar dia.

Mengutip laman Mayo Clinic, demensia frontotemporal (FTD) sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk merujuk kelompok penyakit otak yang memengaruhi area lobus frontal dan temporal. Area ini terkait dengan kepribadian, perilaku, dan bahasa.

Gejalanya akan bergantung pada bagian otak yang terpengaruh. Beberapa penderita mengalami perubahan kepribadian, seperti perilaku yang tidak pantas secara sosial. Beberapa juga kehilangan kemampuan berbicara.

FTD memang lebih cenderung terjadi pada usia yang lebih muda dibandingkan pasien Alzheimer lainnya yang didominasi kelompok lanjut usia (lansia). Penyakit ini umumnya terjadi pada orang usia 40-65 tahun.

Sayangnya, demensia frontotemporal sering salah didiagnosis sebagai masalah kesehatan mental atau penyakit Alzheimer.

(asr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK