Kecerdasan hingga Kesehatan, Mana yang Warisan Ibu atau Ayah?

CNN Indonesia
Jumat, 12 Jun 2026 14:15 WIB
Setiap anak akan mewarisi gen tertentu dari orang tua, mulai dari urusan kecerdasan hingga kesehatan.
Ilustrasi. Setiap anak akan mewarisi gen tertentu dari orang tua, mulai dari urusan kecerdasan hingga kesehatan. (Istockphoto/ Fizkes)

7. Berat badan

Berat badan sering dianggap hanya soal gaya hidup, padahal genetik juga punya pengaruh. Lemak cokelat yang membantu metabolisme sehat mungkin lebih berkaitan dengan gen dari ibu. 

Sementara itu, penyimpanan lemak putih terutama di sekitar organ disebut bisa sebagian dipengaruhi gen dari ayah.

Perlu diingat, bahwa berat badan tidak pernah ditentukan satu gen tunggal. Ada banyak faktor lain, mulai dari pola makan, aktivitas fisik, serta kondisi medis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

8. Pubertas dini

Waktu pubertas anak juga dipengaruhi banyak hal, termasuk genetik. Sebuah studi yang dimuat New England Journal of Medicine menemukan, mutasi gen tertentu dari ayah dapat berkaitan dengan pubertas dini.

Jadi, jika seseorang mengalami pubertas lebih cepat dari rata-rata, faktor genetik dari ayah bisa ikut berperan.

9. Risiko gangguan memori

Riwayat Alzheimer dalam keluarga memang diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit tersebut di kemudian hari. Dalam salah satu studi, risiko genetik ini disebut lebih kuat berasal dari ibu.

Temuan ini memperlihatkan bahwa riwayat medis ibu bisa memberi petunjuk penting terkait kesehatan otak anak di masa depan. Namun tentu saja, risiko Alzheimer juga dipengaruhi usia, gaya hidup, kesehatan pembuluh darah, dan faktor lainnya.

10. Kesuburan perempuan

Ilustrasi anak sekolahIlustrasi. Setiap anak akan mewarisi gen tertentu dari orang tua, mulai dari urusan kecerdasan hingga kesehatan. (Istockphoto/ Damircudic)

Sifat lain yang terdengar mengejutkan adalah soal kesuburan. Kasus kesuburan perempuam tertentu dapat dipengaruhi gen yang diwariskan dari ayah. 

Bila terjadi disfungsi genetik tertentu yang diturunkan dari ayah, maka kondisi tersebut disebut bisa berdampak pada kesuburan perempuan.

11. Kebotakan

Mitos paling populer soal genetik mungkin adalah kebotakan laki-laki diturunkan dari ibu. Ada dasar untuk anggapan ini, karena sebagian gen yang terkait kerontokan pola pria memang berada di kromosom X, yang diwariskan dari ibu.

Studi yang menganalisis lebih dari 55 ribu pria menemukan pola kebotakan jauh lebih kompleks. Peneliti menemukan ratusan sinyal genetik yang berkaitan dengan kebotakan, dan sebagian besar tersebar di DNA yang diwarisi dari kedua orang tua. Jadi, garis ibu memang bisa berperan, tetapi bukan satu-satunya penentu.

Dari kecerdasan, pola tidur, fokus, hingga kebotakan, memang ada sifat atau risiko tertentu yang dalam penelitian tampak lebih dekat ke ibu atau ayah. Namun, menyederhanakan semuanya ke dalam dua kubu itu tetap kurang tepat.  

Dalam banyak kasus, tubuh manusia dibentuk oleh kombinasi banyak gen yang saling berinteraksi. Belum lagi ditambah pengaruh lingkungan, pola makan, kebiasaan hidup, pendidikan, stres, kualitas tidur, hingga kondisi kesehatan.

Artinya, jika seseorang punya kebiasaan tidur seperti ibunya, kolesterol tinggi seperti ayahnya, dan garis rambut yang mirip kakeknya, itu bukan hal aneh. Genetik memang berperan, tetapi jarang bekerja secara tunggal.

(anm/asr) Add as a preferred
source on Google

HALAMAN:
1 2