Terbukti, Menulis Catatan Harian 10 Menit Bisa Ubah Cara Otak Bekerja
Memiliki kebiasaan makan sambil menonton, membaca sambil mendengarkan lagu hingga bekerja sambil membuka banyak aplikasi menjadi hal yang sangat biasa. Padahal, aktivitas semacam itu membuat otak jarang benar-benar diam dan fokus pada suatu hal.
Kondisi ini pun membuat penurunan kualitas fokus akibat terlalu banyak distraksi. Tanpa disadari pula, kebiasaan ini bisa membuat otak lelah serta sulit memproses informasi secara optimal.
Sebuah penelitian menemukan, solusi yang cukup sederhana, yaitu menulis selama 10 menit. Penelitian Effect of Expressive Writing on Neural Procesing during Learning menunjukkan bahwa aktivitas menulis singkat berdampak langsung pada cara otak bekerja.
Dalam studi tersebut, sebagian peserta diminta menulis selama 10 menit, sebagian diminta menulis tentang pengalaman sulit atau kegagalan. Sementara sebagian peserta yang lain menulis hal netral. Setelah itu, aktivitas otak mereka dipantau meggunakan MRI (pemindahan otak) saat menjalani tugas belajar.
Hasilnya cukup menarik, peserta yang melakukan expressive writing atau menulis tentang pengalaman emosional menunjukkan perubahan aktivitas pada area otak yang berkaitan dengan pembelajaran, pemrosesan feedback, dan motivasi.
Area otak, striatum, dan mid cingulate cortex (MCC), yang berperan dalam pengambilan keputusan dan respons terhadap umpan balik, menjadi lebih aktif. Hal ini menunjukkan setelah menulis, otak menjadi lebih siap untuk menerima informasi dan belajar dari kesalahan.
Mengurangi distraksi dan pikiran yang berisik
Selain melihat aktivitas otak, peneliti juga mengukur tingkat stres peserta sebelum dan sesudah menulis. Hasilnya menunjukkan bahwa menulis tentang pengalaman emosional dapat membantu mengelola stres, membuat kondisi mental lebih stabil, dan meningkatkan kesiapan kognitif.
Hal yang sama juga dilaporkan The Conversation, bahwa menulis juga membantu mengurangi gangguan pikiran internal, seperti overthinking, kecemasan hingga pikiran yang tidak relevan. Peserta yang menulis cenderung lebih sedikit terdisktrasi saat beraktivitas.
Menulis, dalam konteks ini bukan sekedar mencatat atau mengetik biasa, melainkan menulis reflektif menuangkan pikiran atau pengalaman secara sadar. Karena itu, membaca dan menulis sering disebut sebagai salah satu bentuk latihan kognitif yang sederhana tapi efektif.
Jika ingin merasakannya, kamu bisa mulai dari hal yang kecil, seperti berikut:
- luangkan 10 menit sebelum belajar atau bekerja;
- tulis apa saja yang ada di pikiran, bebas tanpa aturan, bisa soal kekhawatiran, rencana, ataupun pengalaman pada hari sebelumnya;
- hindari distraksi tanpa musik maupun video.
Tidak perlu panjang atau rapi, yang penting adalah prosesnya. Meski terdengar sederhana dan klise, hal tersebut justru membuktikan bahwa dalam waktu singkat, aktivitas ini bisa membantu otak bekerja lebih optimal.
(anm/asr)