7 Tanda Tubuh Kebanyakan Gula, Jangan Dianggap Sepele

CNN Indonesia
Rabu, 29 Jul 2026 06:00 WIB
Ilustrasi. Ada beberapa tanda gula berlebih, salah satunya keinginan konsumsi makanan manis. (?/Pexels/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Terlalu sering mengonsumsi minuman manis, camilan, atau makanan olahan dapat membuat asupan gula harian melebihi kebutuhan tubuh. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kenaikan berat badan, tetapi juga memengaruhi berbagai fungsi tubuh.

Sayangnya, tanda tubuh kebanyakan gula sering kali muncul secara perlahan sehingga kerap diabaikan. Padahal, jika dibiarkan dalam jangka panjang, konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.

Melansir berbagai sumber, berikut sejumlah tanda tubuh kebanyakan gula yang perlu diwaspadai:

1. Mudah lelah meski sudah cukup istirahat

Sering merasa lemas atau kehabisan tenaga meski sudah tidur cukup bisa menjadi salah satu tanda konsumsi gula berlebihan. Asupan gula yang tinggi dapat memicu lonjakan kadar gula darah, kemudian diikuti penurunan secara drastis. Fluktuasi ini membuat energi cepat terkuras sehingga tubuh terasa lesu.

2. Sering mengidam makanan manis

Semakin sering mengonsumsi makanan atau minuman manis, semakin besar pula keinginan untuk mengonsumsinya kembali. Hal ini berkaitan dengan pelepasan dopamin di otak yang memunculkan rasa senang setelah mengonsumsi gula. Akibatnya, tubuh cenderung terus mencari sensasi yang sama.

3. Kulit lebih mudah berjerawat

Konsumsi gula berlebih juga dapat memengaruhi kesehatan kulit. Melansir Everyday Health, gula dapat meningkatkan peradangan serta memengaruhi hormon yang berperan dalam produksi minyak. Kondisi ini membuat jerawat lebih mudah muncul atau lebih sulit mereda.

4. Sulit fokus atau mengalami brain fog

Kesulitan berkonsentrasi, mudah lupa, atau merasa pikiran terasa 'berkabut' (brain fog) juga bisa menjadi tanda tubuh kebanyakan gula. Naik turunnya kadar gula darah diketahui dapat memengaruhi fungsi otak, termasuk kemampuan berpikir dan mengingat.

5. Suasana hati mudah berubah

Jika belakangan Anda lebih mudah marah, sensitif, atau suasana hati berubah dengan cepat, penyebabnya bisa saja berkaitan dengan konsumsi gula yang berlebihan. Setelah efek lonjakan energi akibat gula (sugar rush) mereda, tubuh akan mengalami penurunan energi yang turut memengaruhi kondisi emosional.

6. Perut sering kembung

Asupan gula yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di saluran pencernaan. Akibatnya, perut bisa terasa kembung, lebih banyak menghasilkan gas, atau terasa tidak nyaman setelah makan.

7. Makanan alami terasa kurang manis

Jika buah atau makanan alami mulai terasa kurang manis dibanding biasanya, bisa jadi lidah sudah terbiasa dengan makanan berkadar gula tinggi. Kondisi ini membuat tubuh membutuhkan lebih banyak gula untuk memperoleh sensasi rasa manis yang sama.

Cara mengurangi konsumsi gula

Mengurangi konsumsi gula tidak harus dilakukan secara drastis. Melansir bbc good food, Anda bisa memulainya dengan langkah sederhana, seperti mengurangi minuman berpemanis dan menggantinya dengan air putih, teh tanpa gula, atau infused water.

Selain itu, perbanyak konsumsi makanan utuh, seperti buah, sayuran, protein tanpa lemak, dan sumber karbohidrat tinggi serat. Makanan tersebut membantu memberikan rasa kenyang lebih lama sekaligus menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Saat membeli makanan atau minuman kemasan, biasakan membaca label informasi gizi. Perhatikan kandungan gula tambahan (added sugar) agar Anda dapat memilih produk dengan kadar gula yang lebih rendah.

Membatasi konsumsi makanan manis bukan berarti harus menghindarinya sepenuhnya. Kuncinya adalah menjaga pola makan seimbang dan mengonsumsi gula dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Dengan mengenali tanda-tanda tubuh kebanyakan gula sejak dini, Anda dapat segera memperbaiki pola makan dan menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

(han/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK