Bandara Incheon Rebut Takhta Bandara Tersibuk di Dunia

CNN Indonesia
Jumat, 14 Agu 2026 14:00 WIB
Bandara Internasional Incheon di Korea Selatan jadi bandara tersibuk di dunia. (dok. Facebook/ Incheon Airport)
Jakarta, CNN Indonesia --

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Bandara Internasional Incheon di Korea Selatan resmi menjadi bandara tersibuk di dunia untuk kategori lalu lintas penumpang internasional.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun Airports Council International (ACI), bandara yang berjarak sekitar 48 kilometer di barat kota Seoul ini melayani 38,4 juta penumpang internasional pada semester pertama tahun ini.

Capaian tersebut membuat Bandara Incheon sukses menggeser posisi Bandara Heathrow di London, Inggris, yang harus puas turun ke peringkat kedua dengan 37,8 juta penumpang. Sementara itu, Bandara Changi di Singapura menyusul di urutan ketiga dengan total 34,5 juta penumpang.

Lonjakan popularitas Incheon sebagai hub penerbangan global sebagian dipicu oleh dampak konflik Amerika Serikat dan Iran. Situasi geopolitik tersebut membuat rute penerbangan internasional dialihkan dari hub kawasan Timur Tengah, seperti Dubai, menuju rute alternatif di kawasan Asia.

Bandara Internasional Dubai, yang sempat menduduki peringkat kedua dunia pada data tahunan 2024 dan 2025, diproyeksikan bakal terlempar dari posisi lima besar pada tahun ini.

Bandara Incheon yang beroperasi sejak 2001 kini melayani 101 maskapai penerbangan dengan rute ke 158 destinasi internasional. Pada 2024, proyek perluasan area bandara berhasil mendongkrak kapasitas tahunannya hingga mampu menampung 106 juta penumpang.

Plt Presiden Bandara Incheon, Kim Beom-ho, menyebut pencapaian ini mencerminkan "dukungan dari pemerintah, dorongan masyarakat, serta kerja keras seluruh staf yang bertugas di bandara."

Di sisi lain, kekalahan ini menambah catatan buruk bagi Heathrow. Bandara utama di Inggris tersebut sebelumnya juga disalip oleh Bandara Istanbul di Turki sebagai bandara tersibuk di Eropa berdasarkan total keseluruhan penumpang.

Data ACI menunjukkan sebanyak 7,9 juta penumpang melintasi Heathrow pada Juli lalu, kalah dibanding Bandara Istanbul yang mencatatkan 8,15 juta penumpang.

Kondisi ini memicu otoritas Heathrow untuk kembali mendesak pemerintah agar menyetujui proyek perluasan bandara.

"Heathrow saat ini beroperasi di batas kapasitas maksimalnya. Alasan untuk melakukan perluasan belum pernah sejelas ini, terutama setelah Heathrow disalip oleh Bandara Istanbul pada Juli lalu sebagai hub tersibuk di Eropa," tulis pernyataan resmi pengelola Heathrow, seperti dilansir Independent.

"Rencana perluasan kami akan memastikan negara ini mendapatkan infrastruktur yang dibutuhkan agar tetap kompetitif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang sangat penting," sambung pernyataan itu.

Menteri Transportasi Inggris Heidi Alexander sendiri telah membuka ruang konsultasi publik terkait pernyataan kebijakan nasional perluasan Heathrow pada Juni lalu, guna menetapkan syarat-syarat yang wajib dipenuhi sebelum proyek tersebut mengantongi izin resmi.

(wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK