Kisah Pria Ketinggalan Pesawat Berujung Adopsi Kucing Liar di Bandara

CNN Indonesia
Jumat, 30 Okt 2026 15:00 WIB
Ilustrasi anak kucing. (clausjuntke/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang profesor hukum di Amerika Serikat (AS) menemukan anak kucing liar saat menunggu penerbangan di Bandara Internasional Chicago O'Hare, AS. Pertemuan tak terduga itu berujung pada keputusan mengadopsi anak kucing tersebut dan membawanya pulang.

Mengutip Press-Telegram, kisah ini bermula ketika Virgil Wiebe, profesor hukum di University of St. Thomas, tertinggal penerbangan lanjutan akibat pesawat yang ditumpanginya dari New York sebelumnya mengalami keterlambatan.

Wiebe awalnya hendak pulang ke St. Paul setelah menghadiri konferensi di New York City pada September 2026. Namun, ia terpaksa menginap semalam di Chicago sebelum melanjutkan perjalanan keesokan harinya.

Karena tiba lebih dari dua jam sebelum jadwal penerbangan berikutnya, Wiebe memutuskan keluar dari Terminal 1 untuk menikmati kopi dan mengisap cerutu di dekat area hijau. Di tempat itulah, seekor anak kucing berbulu oranye tiba-tiba menghampirinya.

"Saya hendak kembali ke terminal ketika anak kucing ini berlari menghampiri saya dan naik ke kaki saya," kata Wiebe.

Anak kucing tersebut diperkirakan baru berusia beberapa minggu. Bulunya sedikit kotor, tetapi ia tampak ramah. Tidak terlihat induk ataupun anak kucing lain di sekitar lokasi.

"Apa yang bisa kamu lakukan? Dia sedang berada di puncak kelucuannya, mendengkur seperti mesin, dan langsung mencuri hati saya. Saya pun menggendongnya," ujarnya.

Berusaha membawa anak kucing naik pesawat

Wiebe kemudian membawa anak kucing itu masuk ke terminal dan meminta bantuan sejumlah petugas bandara, mulai dari petugas Administrasi Keamanan Transportasi Amerika Serikat (TSA), petugas pengambilan bagasi, hingga agen tiket. Namun, belum ada solusi agar anak kucing tersebut bisa ikut pulang bersamanya.

Situasi berubah ketika Wiebe menerima pesan dari istrinya yang bertanya, "Bisakah kamu membawanya pulang?"

Awalnya, pertanyaan itu hanya dimaksudkan sebagai candaan. Namun, Wiebe menganggapnya sebagai izin untuk mengadopsi anak kucing tersebut.

Masalah berikutnya adalah mencari kandang pembawa agar anak kucing itu bisa masuk ke kabin pesawat. Kebetulan, kandang cadangan milik bandara baru saja diberikan kepada penumpang lain pada hari yang sama. Penumpang tersebut sebelumnya mencoba membawa kucing ke pesawat tanpa kandang.

Beruntung, putri Wiebe yang berada di St. Paul turun tangan membantu. Ia memesan kandang perjalanan, susu formula khusus anak kucing, dan botol susu melalui layanan DoorDash dari Petco.

Setelah semua kebutuhan tersedia, Wiebe akhirnya bisa membawa anak kucing itu dalam penerbangan United Airlines menuju Bandara Internasional Minneapolis-St. Paul. Setibanya di St. Paul, anak kucing tersebut dibawa ke dokter hewan untuk menjalani pemeriksaan dan mendapat perawatan untuk mengatasi kutu.

Wiebe kemudian memberinya nama Macanudo O'Hare. Nama itu terinspirasi dari Bandara O'Hare, tempat ia menemukan anak kucing tersebut, serta merek cerutu yang sedang diisapnya saat pertemuan mereka. Namun, ia lebih sering memanggilnya Harry.

Kini, Harry telah menjadi bagian dari keluarga Wiebe. Anak kucing itu gemar bertengger di bahu pemiliknya dan kerap diajak bepergian, termasuk mengunjungi masjid setempat untuk menyapa orang-orang yang datang beribadah.

Kisah pertemuan Wiebe dan Harry juga mengingatkan orang-orang pada istilah Cat Distribution System yang populer di internet. Istilah ini menggambarkan pengalaman ketika seseorang bertemu kucing secara tidak terduga, lalu akhirnya merawat atau mengadopsinya seolah-olah kucing tersebut datang dengan sendirinya ke dalam kehidupan mereka.

Harry kini tinggal bersama dua kucing lain milik keluarga Wiebe, Sweet Corn dan Lobster Tail. Wiebe berharap kedua kucing itu bisa menerima anggota keluarga baru tersebut.

Menariknya, Sweet Corn dan Lobster Tail juga datang ke keluarga Wiebe secara tidak terduga sekitar tujuh tahun sebelumnya. Kini, kehadiran Harry menambah satu lagi kisah pertemuan tak direncanakan yang berakhir dengan sebuah keluarga baru bagi seekor kucing.

(dsd/tis/wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK