UEFA mengungkapkan alasan penolakan itu adalah karena insiden di Turki tak memiliki kaitan langsung dengan dunia sepak bola.
"UEFA mengatakan akan mengheningkan cipta jika ada tragedi yang berkaitan langsung dengan sepak bola, atau salah satu negara peserta," tulis salah satu jurnalis AP, Rob Harris, di akun twitternya.
Keputusan UEFA ini jelas bertolak belakang dengan keputusan mereka ketika terjadi serangan teroris di Perancis, November silam.
Saat itu, UEFA tetap memperbolehkan negara-negara anggotanya tetap bertanding, namun dengan para pemain yang diminta mengenakan ban hitam di lengannya. UEFA juga meminta negara-negara yang berkompetisi di bawah UEFA mengheningkan cipta terlebih dulu sebelum laga dimulai.
"UEFA ingin mengutarakan dukungan dan solidaritasnya kepada Perancis dan semua pihak yang terkena dampak aksi mengerikan itu," tulis pernyataan UEFA menyusul serangan teroris di Perancis. (vws)