PAMERAN SENI

Potret Kehidupan dalam Bingkai Seni Kontemporer

Karina Armandani, CNN Indonesia | Senin, 01/09/2014 16:17 WIB
New Icon: Pop in Asia merupakan pameran seni untuk merayakan 25 tahun kerjasama multilateral Republik Korea dengan ASEAN. Tempatnya di Galeri Salihara, Jakarta Selatan, 15 Agustus hingga 7 September 2014. Terdapat 14 seniman dari setiap negara ASEAN dan Republik Korea yang berkontribusi dalam pameran seni itu. Salah satu sudut pameran seni New Icon: Pop in Asia di Salihara.
Jakarta, CNN Indonesia -- Serati Solor. Meski merupakan masakan tradisional khas Langkasuka alias Kelantan, tidak semua orang Malaysia mengenalnya. Menu dengan bahan dasar bebek itu nyaris punah. Seorang seniman, Ise alias Roslisham Ismail mencoba menghidupkannya kembali.

Namun, cara yang dipilihnya bukan demo memasak dengan peralatan modern. Ise menghadirkan Serati Solor lewat seni. Tahap demi tahap memasak disajikan dengan berbagai ilustrasi menarik. Mulai gambar bebek, pengolahannya, sampai cara memasak dan menyajikannya.

Inspirasi unik itu didapat Ise saat memutuskan kembali ke kota asalnya, Kelantan setelah bosan berkarier di ibu kota. “Pada awalnya saya kembali ke Kelantan untuk merawat rumah orang tua saya. Jujur saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan di sana,” tulis Ise dalam surat elektronik pada CNN Indonesia, Jumat (29/8).


Kembalinya Ise ke Kelantan membawanya pada kenangan akan masakan buatan neneknya semasa kecil. Dari sanalah Ise terinspirasi membuat proyek Langkasuka CookBook Project. Hampir setahun Ise mengerjakannya. Ia melibatkan masyarakat lokal, termasuk sang nenek, untuk mengumpulkan berbagai resep makanan khas Langkasuka.

Proyek Ise itu kemudian menjadi salah satu karya yang dipamerkan dalam "New Icon: Pop in Asia". Itu merupakan pameran seni untuk merayakan 25 tahun kerjasama multilateral Republik Korea dengan ASEAN. Tempatnya di Galeri Salihara, Jakarta Selatan, 15 Agustus hingga 7 September 2014.

Terdapat 14 seniman dari setiap negara ASEAN dan Republik Korea yang berkontribusi dalam pameran seni itu. Karya seni yang ditampilkan tidak hanya lukisan, tetapi juga video, buku, dan lain-lain.

Selain Ise, komunitas asal Indonesia, Serrum juga memamerkan karya. Serrum terdiri atas alumni dan mahasiswa aktif jurusan Seni Rupa Universitas Negeri Jakarta. Tidak jauh berbeda dengan Ise, karya Serrum juga terinspirasi dari hal sederhana di kehidupan sehari-hari. Kali ini, temanya soal pendidikan.

Serrum memamerkan video yang mengilustrasikan ingatan akan kejadian-kejadian menarik antara guru dan siswa, yang diproyeksikan ke sebuah manekin. Proyeksi video itu dibungkus kotak hitam besar bertuliskan “Remembering Teachers”. Di salah satu sisi kotak, terdapat lubang kecil dan headphone untuk kita mengintip dan menikmati video.

Proyek itu dihasilkan melalui wawancara dengan berbagai sumber. Hasilnya diilustrasikan menjadi gambar. MG Pringgotono, salah satu pendiri Serrum menerangkan, “Pada intinya karya-karya Serrum selalu ingin melibatkan orang lain sebagai korespondensi atau narasumber untuk menjadi sumber inspirasi,”.

Beberapa karya menarik lain dalam pameran itu juga menampilkan hal-hal keseharian. Seperti karya Thomas D. Daquioag, seniman asal Filipina. Lukisannya menggambarkan masyarakat jelata dengan atribut superhero di balik pakaian mereka, sedang melakukan aktivitas sehari-hari di jalanan.

Lain lagi dengan karya Sokuntevy Oeur, perupa asal Kamboja. Ia melukis wanita tua dengan baju tradisional dan wanita muda tanpa busana dengan tato berlambang Batman. Keduanya terlihat bingung, lantaran superhero seperti Spiderman, Iron Man, dan penyanyi PSY keluar dari televisi.

Karya itu memperlihatkan bagaimana teknologi dan budaya populer memengaruhi nilai-nilai lama dan baru pada masyarakat Kamboja.

New Icon: Pop in Asia memang mengangkat budaya populer di sekitar kehidupan manusia. Itu tercermin dalam berbagai aktivitas sederhana. Tidak sedikit karya yang membandingkan dengan budaya lama. Pameran itu seakan ingin mengungkit kembali memori masa lalu sekaligus menyuguhkan seni kontemporer soal kehidupan sehari-hari.
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK