FESTIVAL FILM DOKUMENTER

Kata Sineas Amerika Tentang Film Indonesia

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Selasa, 09/09/2014 15:51 WIB
Kebangkitan film Indonesia semakin mendunia. Dua sineas Amerika yang sedang berkunjung ke Indonesia, Srdan Golubovic (Circles) dan Doug Blush (Twenty Feet from Stardom) pun mengakuinya. Doug Blush, sineas Amerika saat berkunjung ke Indonesia, Senin (8/9).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kebangkitan film Indonesia semakin mendunia. Dua sineas Amerika yang sedang berkunjung ke Indonesia, Srdan Golubovic (Circles) dan Doug Blush (Twenty Feet from Stardom) pun mengakuinya. Ditemui di bilangan Jakarta Pusat, Senin (8/9) Golubovic mengatakan, mulai banyak film Indonesia yang sukses belakangan ini.

“Dua atau tiga tahun ini film Indonesia banyak masuk di Biannale (Venice Film Festival), Sundance Film Festival. Bawa semangat kalian ke dunia, itulah bagaimana membangunnya,” ujar Golubovic. Pernyataan itu didukung Blush, yang filmnya tahun ini sukses membawa pulang Piala Oscar untuk Dokumenter Terbaik.

“Semangat para pembuat film di sini mengingatkan saya pada tahun 1990-an, waktu pertama saya membuat film. Menurut saya, industri film di Indonesia ini bakal maju. Banyak cerita yang bisa digali,” tutur Blush.


Meski baru pertama ke Indonesia, ia sudah bisa melihat ada gairah yang tengah bergejolak di sini. Ia dan Golubovic juga telah melakukan diskusi kecil dengan beberapa sineas, dan merasakan semangat yang sama. Keduanya berpendapat, yang perlu dilakukan sineas Indonesia hanya menggali lebih dalam cerita-cerita lokal.

“Film yang bagus adalah yang asli. Autentik itu penting. Kalau itu dibawa ke luar, akan ada nilai budaya dan sinematografi yang bagus,” ucap Golubovic. Ia percaya, seperti musik, film adalah media tepat untuk menyentuh perasaan orang hanya dalam hitungan detik. “Kau hanya harus menunjukkan semangatmu,” ujarnya.

Bagi Blush, film juga bisa dijadikan salah satu pemersatu dunia. Sebab ia melihat, hari ini semakin banyak masalah yang tak terselesaikan di dunia. Perang, kemiskinan, dan sebagainya. “Apapun yang bisa membawa kebersamaan, itu bagus. Film bisa melakukannya. Bawa cerita lokalmu ke dunia,” tuturnya memberi dorongan.

Bukan tidak mungkin, Blush dan Golubovic yang berkunjung ke Indonesia dalam rangka pemutaran film hasil kerjasama Kedubes AS dan Sundance Institute, akan menggandeng orang Indonesia untuk proyek filmnya. Apalagi, keduanya melihat banyak potensi ide. “Saya suka bekerja dengan orang Indonesia,” kata Blush.

Selain menyarankan agar sineas Indonesia lebih peka mengusung ide cerita lokal dan produktif membuat film, Blush dan Golubovic juga menggarisbawahi perlunya dukungan pemerintah. Menurut Golubovic, perlu ada lembaga pendanaan khusus untuk mempromosikan film-film Indonesia, terutama yang independen.

Meredith Lavitt, Direktur Film Forward pun menjelaskan, sudah ada beberapa film Indonesia yang masuk ke Sundance Institute. Tiap tahun pasti ada film baru. Film itu termasuk yang diputar di kategori “Film Dunia”.

“Kami mau ambil lebih banyak film. Yang sangat dicari adalah yang autentik dan punya gaya bercerita yang berbeda,” tutur Lavitt menyebutkan. Itu bisa menjadi kunci bagi sineas Indonesia yang ingin mendunia.

REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK