Lelang Seni

Putaran Triliunan di Lelang Seni Abad 20

Donatus Fernanda, CNN Indonesia | Rabu, 08/10/2014 09:06 WIB
Putaran Triliunan di Lelang Seni Abad 20 Ilustrasi lukisan (Reuters/Max Rossi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah karya seni modern dan kontemporer dari abad ke-20 diperkirakan akan laku terjual lebih dari Rp 1 triliun pada sesi pelelangan yang akan dimulai bulan depan. Demikian dinyatakan oleh rumah lelang terkemuka dunia, Sotheby’s, seperti dilansir Reuters.

Salah satu karya seni masterpiece yang ikut serta dalam pelelangan ini adalah lukisan karya Mark Rothko, berjudul Number 21. Sotheby’s memperkirakan, lukisan karya seniman berkebangsaan Amerika itu akan terjual di atas US$ 50 juta atau sekitar Rp 600 miliar.

Selain itu, dalam sesi pelelangan yang diselenggarakan bulan November mendatang juga akan turut dijual koleksi pribadi dari Pierre dan Sao Schlumberger, kolektor benda seni kelas dunia.


Wakil ketua rumah lelang Southeby’s, Oliver Barker mengatakan, benda-benda koleksi dari pasangan Schlumberger termasuk koleksi pribadi terbaik di dunia yang ada di era modern.

“Sebuah keunikan estetika yang mencampurkan antara Eropa dengan Amerika,” kata Oliver Barker.

Setidaknya akan ada 90 koleksi pribadi mereka yang ditawarkan. Antara lain, benda-benda seni karya seniman ternama seperti Andy Warhol, Pablo Picasso, Ad Reinhart, dan Salvador Dali.

Lukisan lain karya Rothko juga diprediksi akan terjual di atas US$ 6 juta atau sekitar Rp 73 miliar. Lukisan itu memiliki nilai seni tinggi. Apalagi sejak dibeli langsung oleh Schlumberger 40 tahun silam, karya-karya Rothko banyak disimpan untuk koleksi pribadi. Masyarakat pasti mendambanya.

Karya seni lain yang diperkirakan akan laku terjual dengan harga tinggi adalah lukisan kedua anak Picasso, Claude dan Paloma. Lukisan itu diselesaikan sendiri oleh Picasso pada tahun 1956. Menurut Southeby’s, lukisan itu bernilai US$ 7 juta atau sekitar Rp 85 miliar.

Beberapa koleksi pribadi dari Schlumberger yang akan dilelang rencananya akan dipamerkan terlebih dahulu di Hong Kong dan London. Puncaknya, pada 22 hingga 24 Oktober mendatang seluruh karya yang akan dilelang akan dipamerkan secara khusus di New York, Amerika Serikat.