Belakangan ini, banyak orang, terutama kalangan pesohor, yang memamerkan belfie-nya di akun media sosial mereka. Sebut saja, Ireland Baldwin, Kim Kardashian, Rihanna, Nicki Minaj, Miley Cyrus, juga Kristina Behr.
Salah satu efek samping trend belfie: sebagian wanita di dunia tak lagi berlomba melakukan operasi plastik untuk memperbesar payudara, melainkan bokongnya. Selain implan, juga ada teknik injeksi lemak yang disebut Brazilian butt lift.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal pamer bokong, Kim Kardashian boleh dibilang masternya. Beberapa kali ia menayangkan belfie di akun media sosialnya, juga di sebuah majalah online. Disusul belfie Rihanna dan Miley Cyrus dengan gaya yang tak kalah seksi.
Saat Jen Selter memamerkan belfie di akun media sosialnya, sontak jumlah follower-nya membeludak, mencapai lima juta orang, mengalahkan Lady Gaga. Tubuhnya yang dibalut gaun turquoise tampak anggun sekaligus seksi.
Tren belfie pun membuat industri fesyen bergairah. Beberapa toko pakaian telah menjual bum-lifting jeans yang membuat bokong pemakainya terlihat lebih berisi. Agaknya, mengenakan celana jeans ini jauh lebih aman ketimbang melakoni operasi plastik.
Seorang perempuan asal London, Joy Williams (24) meninggal secara tragis setelah melakukan operasi plastik bokong kedua di Thailand. Padahal ia telah menggelontorkan biaya tak kurang 2.000 poundsterling.
Dr Sompob Sansiri, yang menangani operasi plastik Williams, dituntut dengan dakwaan keteledoran yang mengakibatkan kematian. Lisensi kliniknya pun dicabut, karena diduga abal-abal (soal ini, ia mengelaknya).
"Siapa pun yang ingin melakukan operasi plastik bokong harus memikirkannya masak-masak," kata Bryan Mayou dari Cadogan Clinic di Chelsea, London. "Terlebih bila operasinya dilakukan di luar negeri. Jangan tergesa-gesa, sebelum melihat langsung kliniknya."
"Saya sendiri melakukan diskusi terlebih dulu dengan si pasien sebelum melakukan operasi plastik pada bagian tubuhnya," kata Mayou seraya menambahkan pentingnya dokter meneliti terlebih dulu kondisi fisik dan psikis si pasien.
Operasi plastik berisiko sangat tinggi. Maka agar kejadian tragis seperti dialami Williams tak terulang, Mayou menyarankan, calon pasien memastikan kliniknya legal dan memahami seluk beluk operasi plastik.