Penghormatan Terakhir

Mengantar Kepergian Si Raja Usu

Mohammad Safir Makki, CNN Indonesia | Selasa, 30/12/2014 00:12 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Penghormatan terakhir bagi penyair Sitor Situmorang di Galeri Nasional, Jakarta, berlangsung syahdu. Selamat jalan dan beristirahat Raja Usu.

Keluarga menyalakan lilin sebagai tanda penerang jalan almarhum Sitor Situmorang. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Foto almarhum Sitor Situmorang saat masih muda dipampang sebagai tanda pengenang masa hidup. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Seorang kerabat memasang kain ulos di foto almarhum Sitor Situmorang sebelum kedatangan jenazahnya. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jenazah Sitor Situmorang (91 tahun) yang diberangkatkan dari Belanda, tiba di tempat persemayaman di Galeri Nasional, Jakarta, Senin (29/12). Penyair kelahiran Tapanuli Utara itu sempat dipenjara sebagai tahanan politik pada 1957-1974 oleh pemerintah Orde Baru. Karyanya dibekukan dan tidak diterbitkan. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Keluarga dan kerabat menangis menyambut kedatangan jenazah Sitor Situmorang di tempat persemayaman di Galeri Nasional, Jakarta, Senin (29/12). Penyair kelahiran Tapanuli Utara itu sempat dipenjara sebagai tahanan politik pada 1957-1974 oleh pemerintah Orde Baru. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Istri almarhum Sitor Situmorang, Barbara Brouwer ikut mendampingi mendiang dari Belanda dan tiba di tempat persemayaman di Galeri Nasional, Jakarta, Senin (29/12). Penyair kelahiran Tapanuli Utara itu sempat dipenjara sebagai tahanan politik pada 1957-1974 oleh pemerintah Orde Baru. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Keluarga dan kerabat hadir saat jenazah almarhum Sitor Situmorang (91 tahun) akan dilakukan prosesi adat di Galeri Nasional, Jakarta, Senin (29/12). Penyair kelahiran Tapanuli Utara itu sempat dipenjara sebagai tahanan politik oleh pemerintah Orde Baru. Karyanya dibekukan dan tidak diterbitkan. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan memberikan sambutan saat jenazah almarhum Sitor Situmorang (91 tahun) disemayamkan di Galeri Nasional, Jakarta, Senin (29/12). Penyair kelahiran Tapanuli Utara itu sempat dipenjara sebagai tahanan politik oleh pemerintah Orde Baru. Karyanya dibekukan dan tidak diterbitkan. (CNN Indonesia/Safir Makki)