Sebelum diberangkatkan ke Venesia dari Pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta, karya bertajuk Voyage itu dipamerkan di Lawangwangi Creative Space, Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/3). Sayangnya, pada kesempatan pratinjau tersebut, karya belum didekorasi sempurna.
"Baru selesai 78 persen," kata Asmudjo Jono Irianto, dosen yang merupakan Dewan Artistik Paviliun Nasional Indonesia pada La Biennale tahun ini kepada awak media di Lawangwangi Creative Space, Bandung, Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, interior makhluk hibrida kuda troya dan komodo tersebut masih kosong melompong. Kain batik bercorak kontemporer untuk atap dan anyaman rotan untuk melapisi dinding-dinding bagian dalam belum dipasangkan.
"Kita memang kesulitan karena ini memakai sistem modul, sehingga harus menyesuaikan dengan ruangan di Venesia. Juga harus mempersiapkannya secara spesifik per centimeter semua lebarnya, panjangnya harus persis," kata Heri Dono, sang perupa Voyage, ditemui di sela kesibukan menyelesaikan karyanya di Bandung.
Meski diburu waktu, Heri yakin karyanya akan selesai tepat waktu sesuai dengan yang ditargetkan. "Besok (hari ini) selesai, diberangkatkan ke Tanjung Priok lalu berlayar ke Venesia," tuturnya mantap.
Perahu Arwah bergelantungan di atas Trokomod. (CNN Indonesia/Rahmi Suci Ramadhani) |
(rsa/vga)
Perahu Arwah bergelantungan di atas Trokomod. (CNN Indonesia/Rahmi Suci Ramadhani)