Subversif, Label bagi Torangga, Si Penentang Jokarna

CNN Indonesia/Safir Makki, CNN Indonesia | Jumat, 13/03/2015 11:30 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Tak tahan melihat pencemaran lingkungan, Torangga pun melapor pada Jokarna. Namun ia malah dituduh subversif dan nyaris diusir dari kotanya.

Subversif! menceritakan pertikaian antara Wali Kota Jokarna dan Dokter Torangga. Lakon ini dipentaskan oleh Institut Ungu di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, tadi malam (12/3).
Naskah Subversif! ditulis oleh Faiza Mardzoeki, disadur dan diadaptasi dari drama klasik Enemy of The People karya Henrik Ibsen, dramawan asal Norwegia, pada abad ke-19.
Pementasan Subversif! yang bertema pencemaran lingkungan dan perseteruan warga versus pemda akan berlangsung pada 13-14 Maret 2015 di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Pada babak ini, keluarga Dokter Torangga mendapat ancaman serta dianggap musuh masyarakat akibat politik kekuasaan yang memanipulasi kesadaran mayoritas atas nama kebenaran suci.
Dokter Torangga yang diperankan oleh Teuku Rifnu Wikana (tengah) berseteru dengan Wali Kota Jokarna diperankan Ayez Kassar yang akan membongkar pencemaran lingkungan.
Aktor pemeran Subversif! diseleksi melalui audisi terbatas. Terpilih: aktor teater profesional Teuku Rifnu Wikana, Andi Bersama, Wawan Sofwan, didukung penyanyi Sita Nursanti dan aktris Dinda Kanya Dewi.
Para pemain dituntut mengikuti latihan panjang baik fisik maupun pendalaman teks dan konteks. Struktur dramatik Subversif! lumayan rumit karena tidak linear dan memerlukan konsentrasi tinggi.
Desain panggung Subversif! menyiasati konvensi panggung berputar untuk merespon tema naskah tentang pencemaran lingkungan akibat pertambangan yang menghidupi kota Tambang Kencana.
Salah satu adegan Subversif! yang menggugah: saat wartawan Billy yang diperankan oleh Kartika Jahja berorasi. Sebelumnya, lakon Subversif! telah dipentaskan di Palangkaraya, pada Oktober 2014.
Pementasan lakon Subversif! menggunakan Bahasa Indonesia dan memakai subtitle Bahasa Inggris, untuk memberi kesempatan kepada masyarakat internasional menikmati pertunjukan teater Indonesia.