Catatan Kekalahan Tim Sepak Bola Inggris Dijual Rp 8,4 Miliar

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Rabu, 11/03/2015 11:50 WIB
Catatan Kekalahan Tim Sepak Bola Inggris Dijual Rp 8,4 Miliar Maurizio Cattelan, seniman Italia yang mendokumentasikan kekalahan tim nasional sepak bola Inggris. (Dok. Fan Page Maurizio Cattelan Facebook)
Jakarta, CNN Indonesia -- Inspirasi karya seni yang dihasilkan Maurizio Cattelan ini terbilang unik. Ia mendokumentasikan kekalahan tim sepak bola Inggris antara tahun 1874 sampai 1998 dalam sebuah media granit hitam bertinta warna emas.

Cattelan mengawali catatannya dengan kekalahan Inggris melawan Skotlandia, 1-2 di Glasgow. Rekam jejak selama 124 tahun itu berakhir dengan kekalahan Inggris 1-2 melawan Romania, dalam ajang Piala Dunia tahun 1998 lalu.

Catatan itu juga merangkum kekalahan menyakitkan dengan skor 2-1 untuk Argentina, pada tahun 1986. Kenangan itu diabadikan oleh gol 'Tangan Tuhan' yang dilakukan Diego Maradona. Tercatat pula kekalahan mengejutkan atas Amerika Serikat, 0-1 pada tahun 1950.


Karya seni yang tak diberi judul itu dilelang oleh Sotherby sebagai bagian dari ajang penjualan seni bertajuk "Bear Witness", Rabu (11/3) sampai Kamis (12/3). Mengutip The Guardian, karya itu telah terjual 425 ribu Poundsterling atau sekitar Rp 8,4 miliar.

"Yang terukir di sana adalah semua kekalahan tim nasional sepak bola Inggris. Saya kira ini sebuah karya yang berbicara tentang kebanggaan, kesempatan yang terlewatkan, dan kematian," kata Cattelan, yang merupakan seniman Italia.

Ia dikenal sebagai seniman dengan karya-karya satire. Karya seni lainnya yang terkenal, adalah patung Paus Jon Paul III yang diterjang meteorit. Masih banyak seni lain karyanya.

Daftar kekalahan Inggris ini pertama dipamerkan pada 1999. Cattelan memutuskan menjualnya, setelah Inggris pulang dengan tangan hampa pada Piala Dunia 2014. Malang, mereka tersingkir sebelum memenangkan pertandingan.

Hampir 550 lukisan dijual Sotherby dalam rangka "Bear Witness". Hingga saat ini, ajang itu telah mengumpulkan 26,5 juta Poundsterling, atau setara dengan Rp 527 miliar.

(rsa/vga)