Mereka memulai gerak tarinya sejak pukul enam pagi tadi. Kegiatan tidak berhenti sampai pukul enam esok hari, Kamis (30/4). "Solo 24 Jam Menari" dibuka di kampus ISI, Solo. Berbagai sudut kampus dimeriahkan gemulai.
Bukan hanya di dalam kampus, gerakan tari juga ada di seluruh penjuru Solo. Ada di jalan-jalan, mal, juga berbagai ruang publik. Para penari bukan hanya berasal dari Solo. Ada pula penari dari berbagai daerah yang sengaja datang untuk memeriahkan acara. Penari pun tak selalu profesional. Ada pula siswa sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tarian yang ditampilkan mengambil cerita epos Ramayana. Akan ada pula orasi tari dari Prof. Dr. Endang Caturwati, perwakilan Kemendikbud.
"Dengan dilaksanakan acara ini, diharapkan Solo akan diapresiasi oleh stakeholder pariwisata. Lebih lanjut akan mem-branding Kota Solo sebagai kota dengan banyak kesenian rakyat," ujarnya menambahkan penjelasan.
Ini gelaran ke-tiga "Solo 24 Jam Menari". Tokoh-tokoh profesional hadir, termasuk penari legendaris. Detik memberitakan, di antaranya: Suwitri (Tegal), Temu (Banyuwangi), Jan Malibela (Papua Barat), Mulyani (Surakarta), Nyi KRT Sasminta Murti (Yogyakarta), dan Bulan Trisna Jelantik (Bali).
Penari profesional seperti Alfiyanto, Stepanus Adi Prastiwa, Anggono Kusumo, dan Abdul Rokhim. Eko Supriyanto juga membuka acara itu.
(rsa/vga)