Keduanya pertama bertemu di dermaga Papua. Arnold yang merupakan anak dari seorang aktivis pergerakan di Papua, terus mengikuti semua kegiatan si gadis. Sahabatnya, Sonya (Sonya S. Baransano) sampai cemburu dibuatnya.
Penguntitan Arnold berlatar pergolakan sosial dan politik di Papua. Ada korban sampai kebencian atas rasialisme yang disuguhkan. Namun, film tidak memberi akhir apa pun terhadap obsesi Arnold akan gadisnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT