Setelah enam bulan tak ada guru mengajar, Mazmur (Simson Sikoway) tak pernah lelah menunggu di sebuah lapangan terbang tua. Ia selalu berharap ada orang lain yang mau ganti mengajar dirinya dan teman-temannya. Ketika tak jua ada kabar, ia memutuskan menyanyi.
Kehidupan Mazmur dan kawan-kawannya yang damai itu terusik saat ayahnya terbunuh oleh ayah temannya. Perang suku pun tak terelakkan. Di akhir film, kepolosan anak-anak menjadi penyelamat saling bunuh di masyarakat Papua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT