Warna-warni Wajah Papua di Perfilman Indonesia
Rizky Sekar Afrisia | CNN Indonesia
Rabu, 13 Mei 2015 11:54 WIB
Ari Sihasale kembali ke Papua. Setelah Denias, kini ia membawa Lukman Sardi dan Laura Basuki ke Pulau Cendrawasih, syuting bersama anak-anak asli Papua. Di Timur Matahari bak harapan bagi anak-anak itu, yang di awal film menunggu kedatangan seorang guru yang mau mengajar.
Setelah enam bulan tak ada guru mengajar, Mazmur (Simson Sikoway) tak pernah lelah menunggu di sebuah lapangan terbang tua. Ia selalu berharap ada orang lain yang mau ganti mengajar dirinya dan teman-temannya. Ketika tak jua ada kabar, ia memutuskan menyanyi.
Kehidupan Mazmur dan kawan-kawannya yang damai itu terusik saat ayahnya terbunuh oleh ayah temannya. Perang suku pun tak terelakkan. Di akhir film, kepolosan anak-anak menjadi penyelamat saling bunuh di masyarakat Papua.
Setelah enam bulan tak ada guru mengajar, Mazmur (Simson Sikoway) tak pernah lelah menunggu di sebuah lapangan terbang tua. Ia selalu berharap ada orang lain yang mau ganti mengajar dirinya dan teman-temannya. Ketika tak jua ada kabar, ia memutuskan menyanyi.
Kehidupan Mazmur dan kawan-kawannya yang damai itu terusik saat ayahnya terbunuh oleh ayah temannya. Perang suku pun tak terelakkan. Di akhir film, kepolosan anak-anak menjadi penyelamat saling bunuh di masyarakat Papua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cinta dari Wamena (2013)
BACA HALAMAN BERIKUTNYA