Disampaikan oleh sang sahabat, Afrizal Anoda, Didi baru saja mendaftar untuk pergi umroh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Didi itu dulu langsing, ceria, mau bergaul dengan siapa saja dan suka menyanyi-nyanyi. Tidak ada yang tidak kenal Didi," ujar Afrizal.
"Didi kemudian mendirikan grup pantomim bernama Senadi Biman Show, itu yang membuatnya terkenal dan memiliki banyak pengikut," kata Afrizal.
"Ia ingin buat kelompok teater profesional, murni profesi bukan sekedar ikut-ikutan," lanjutnya.
Afrizal yang mengenang Didi sebagai sosok yang sanggup memotivasi anak didiknya untuk mempelajari akting lebih dalam.
Sempat ditemui CNN Indonesia sekitar tahun 2006, Didi juga ingin agar anak-anak didiknya dapat menggantikan sosoknya dan teman-temannya di dunia hiburan dengan catatan prestasi yang lebih membanggakan.
Namun, kesibukan Didi di dunia hiburan membuat keberadaannya di IKJ jadi berkurang.
Meski tidak sempat mendapatkan pesan terakhir dari Didi, Afrizal mengenang momen kebersamaan dengan legenda dunia perfilman itu sebagai sosok yang cinta keluarga dan kesenian.
Didi mulai terjun ke dunia hiburan sejak 1985. Saat itu ia membintangi film pertamanya yang berjudul Semua Karena Ginah. Namanya semakin terkenal setelah membintangi karakter Emon dalam film Catatan Si Boy (1987).
Sepanjang hayatnya, sekitar 50 film dan 12 sinetron telah ia bintangi. Sosok Didi memang masih dicintai oleh masyarakat Indonesia. (yns/yns)