Anak Didi Petet: Asam Lambung Bapak Akibat Stres

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Jumat, 15/05/2015 11:40 WIB
Anak Didi Petet: Asam Lambung Bapak Akibat Stres Nabila mengatakan kalau sang bapak meninggal di pelukan ibunya. (CNNIndonesia/Endro Priherdityo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepergian mendadak Didi Petet, tak pernah disangka-sangka oleh sang anak, Nabila Masyiana dan saudara-saudaranya yang lain. Didi meninggal dunia setelah terserang asam lambung pada Jumat (15/5) pada pukul 05.00 WIB.

"Setelah dirawat di Bandung, sempat kondisinya berangsur baik," kata Nabila Masyiana sembari terisak. "Mungkin Allah lebih sayang sama Bapak," lanjutnya.

Didi Petet diketahui sempat kerja keras untuk mengurusi Milano World Expo di Milan, Italia. Dalam ajang internasional tersebut, Indonesia menjadi salah satu anggota pesertanya.


Sempat dirawat sehari di Milan karena kesehatannya menurun, Didi Petet kemudian pulang ke Indonesia, pada 10 Mei lalu.

Di Tanah Air, Nabila mengaku kesehatan sang Ayah sempat membaik dan masih bisa bercanda dengan keluarga, bahkan Didi sempat pergi ke Bandung untuk terapi kesehatan sekaligus urusan pekerjaan.

"Semalam masih sempat ngobrol dan ketawa-ketawa juga," ujar Nabila. "Tidak ada firasat apa pun. Minta maaf atas segala kesalahan Bapak dan tolong doakan," lanjutnya.

Dihubungi oleh CNN Indonesia melalui pesan singkat, Nabila mengatakan kalau sang bapak meninggal di pelukan ibunya. Ia tidak mendapat pesan apa-apa, namun sempat ada pertanda aneh sebelum bapaknya berpulang seusai salat Subuh.

"Saat itu alarm mobil bunyi sendiri, tapi enggak lama mati," kata Nabila, yang juga kuliah di tempat sang bapak mengajar, Institut Kesenian Jakarta.

"Bapak sepertinya sangat capek ketika di Milan, seakan bekerja sendirian. Asam lambungnya memang sering muncul kalau stres," lanjutnya.

Saat ini, jenazah disemayamkan di rumah duka Jalan Bambu Apus Nomor 76, Tangerang Selatan dan direncanakan akan dimakamkan selepas salat jumat di Tempat Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Jenazah Didi Petet di rumah duka. (Dok. Febrina Rahma Pratiwi)
(ard/ard)