"Mau beli Playstation 1 sama Playstation 2, beli baju bagus biar dilihat cewek," ucapnya mengakui. Niatnya menjadi aktor baru terbentuk ketika masuk sekolah akting Sakti Actor Studio sekitar tahun 2005. Di sana ia belajar banyak.
Arifin bertemu guru akting bernama Eka Sitorus. Dari sosok itulah ia belajar soal dunia peran. Ia diajari soal motivasi, membedah skenario, struktur skenario, dan sebagainya. "Saya jatuh cinta pada akting."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga terinspirasi sebuah film klasik, Forrest Gump. Menurutnya, film itu menyimpan banyak pesan moral tanpa menggurui. Dari situ ia tahu, tidak perlu menjadi genius untuk menghasilkan sesuatu. Orang biasa pun bisa, asal punya mimpi dan mau bekerja keras.
Kalau saja Arifin tak masuk sekolah akting, mungkin wajahnya tak bakal terus muncul di layar kaca maupun layar lebar seperti sekarang. Kira-kira bakal menjadi apa Arifin tanpa akting? "Mungkin bankir, atau investor. Pokoknya bidang finance," katanya mantap.
(rsa/vga)