Empat Fondasi Bekal Aksi Penabuh Drum

Nadi Tirta Pradesha, CNN Indonesia | Minggu, 14/06/2015 02:02 WIB
Empat Fondasi Bekal Aksi Penabuh Drum Ilustrasi penabuh drum (CNNIndonesia/Getty Images/Adam Bettcher)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bertempat di AXA Tower, kawasan Kuningan, Jakarta, sesi klinik musik ICON Workshop hari ke-tiga, kemarin (12/6), menampilkan Handy Salim.

Penabuh drum bagi Sammy Simorangkir dan Dian Permana Putra ini membagi empat aspek dasar bermain drum. Pertama-tama menyatakan pentingnya menguasai dasar-dasar bermain drum.

"Basic tuh, paling penting, kalau kalian udah kuasain basic akan gampang untuk ahli dalam bermain musik. Kalau udah tau basic kita bisa belajar tanpa guru. Saya lebih banyak belajar sendiri," ucap Handy.


Aspek pertama yang dipaparkan oleh Handy adalah tempo. Tak hanya dalam ranah musik, manusia hidup bersama tempo. Hal ini merupakan elemen krusial karena tugas penabuh drum yang harus mengawal tempo. Para pemula pun kadang sulit mempelajari aspek ini.

Menurut Handy, tempo dalam diri atau body clock bisa dilatih. Handy berkata, banyak penabuh drum yang bingung bagaimana mengatur tempo," Saya juga dulu mengalami begitu."

"Tempo naik satu atau dua BPM itu terasa, kalau didengerin enggak terasa, tapi kalau kita main pasti berasa. Pertamanya kita dengerin metronome dulu, tapi setelah main kita harus pakai feel. Main musik itu jangan mikir, nikmatin musiknya," ujar Handy.

Handy pun menyarankan, latihan memakai click track, karena selain memudahkan penabuh drum dan menjadi panduan dalam band, latihan ini juga dapat meningkatkan percaya diri.

Click track pun menurutnya dapat membantu permainan di panggung agar lebih rapi. Handy juga berbagi ceritanya yang memikirkan tempo di tengah-tengah lagu pasti menyebabkan tempo "lari."

"Pernah ngerasain enggak, kalian lagi main terus mikir, 'tempo gue udah bener belum ya?' Nah, itu pasti temponya lari. Jadi main musik itu enggak boleh pernah mikir, kalau enggak pede dengan tempo dan mikir, itu pasti lari. Kebanyakan drummer lari temponya pas lagi fill in, saya juga suka naik satu atau dua BPM. Kalau naik dikit orang enggak berasa, tapi kalau naiknya 5 BPM itu udah kelewatan," jelas Handy.

Handy kemudian menjabarkan aspek berikutnya, yaitu groove. Bukan suatu kemampuan spesial, menurut Handy, groove dalam menabuh drum dapat dilatih. Aspek ini penting karena membedakan permainan drummer satu dan lainnya.

"Semua pemain musik harus punya groove. Groove itu rasa. Kenapa saya bilang groove susah dijelaskan, harus dirasain karena enggak bisa dideskripsiin seperti apa.  Bermain musik seperti itu, ngomongin rasa, karena tiap orang bisa ngerasain," ucap Handy.

Handy menjelaskan bahwa groove timbul karena adanya accent dan unaccent. Accent adalah pukulan keras dan unaccent adalah pukulan kecil.

"Kenapa groove harus pakai accent dan unaccent? Karena kalau main single stroke lama-lama akan hambar," kata Handy.

Dua aspek terakhir yang dijabarkan oleh Handy adalah teknik bermain dan song knowledge. Selain tempo dan tone, menurut Handy, teknik dapat mendukung groove.

"Teknik ini yang bisa mendukung groove, ada tempo dan tone juga. Tone-nya harus solid, misalnya pukulan tom-tom harus rata di tengah," ucap Handy.

Kemudian Handy menyebut teknik yang menurutnya penting, yaitu Teknik Moeller. Teknik ini Handy gunakan untuk menghasilkan pukulan bertenaga dengan tenaga sekecil mungkin dan memungkinkan penabuh drum bermain cepat.

"Kalau teknik kita bagus, kita main keras, pelan, kenceng, dynamic-nya naik turun enggak akan bolong. iIu kembali ke berapa banyak kita latihan," tukas Handy.

Sementara song knowledge didefinisikan Handy menjadi bagaimana penabuh drum menguasai dan mengulik lagu. Menurutnya, sebuah lagu pasti terdiri dari intro, verse, chorus, bridge, interlude, ending.

"Yang pertama saya ulik itu bukan drumnya, tapi melodinya, karena saya lebih inget cara main drumnya. Saya enggak usah mikir, tinggal dengerin. Melodinya udah nyantol, setiap accent itu kerasa di tiap melodi lagu," tutup Handy.

(Nadi Tirta Pradesha/vga)