'Vagina Ratu' di Perancis Diganggu Tangan Jahil

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Sabtu, 20/06/2015 00:05 WIB
Instalasi seni karya Anish Kapoor yang disebut Dirty Corner dan Queen Vagina diisengi semprotan cat kuning. Kini instalasi itu sedang dibersihkan. Anish Kapoor, seniman berdarah India pembuat 'Vagina Ratu'. (Getty Images/Adam Berry)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kontroversi "Vagina Ratu" di depan Istana Perancis belum usai. Masih terpatri di lokasinya, karya seni buatan Anish Kapoor itu dijahili tangan-tangan tak bertanggung jawab. Dua hari lalu, pihak terkait baru menemukan adanya perusakan seni di instalasi itu.

"Itu disemprot dengan cat. Sekarang sedang dibersihkan," kata manajemen, seperti dikutip dari The Guardian. Terlihat cat berwarna kuning tersebar di bagian dalam karya seni yang disebut Dirty Corney dan Vagina Queen di rerumputan Palace of Versailles di Perancis.

Karya seni itu sendiri panjangnya 60 meter dan tingginya 10 meter, terbuat dari baja. Ia berbentuk seperti terowongan dan di sekelilingnya diberi puing batu berserakan.


Karya itu diletakkan persis berhadapan dengan sebuah bangunan kenamaan di Perancis yang bisa menarik sekitar lima juta turis per tahun. Di dalam bangunan istana itu sendiri ada karya seni yang lebih kecil, masih tentang seks.

Mengutip The Guardian, ada meriam yang menembakkan lilin merah ke dinding putih. Itu merupakan simbol lingga dan darah ejakulasi.

Karya Kapoor, baik vagina maupun simbol ejakulasi itu jelas langsung menuai kontroversi. Media di Perancis pun mencemoohnya. Itu dianggap melecehkan ratu dan istana. Namun Kapoor tidak menyebutkan siapa yang jadi inspirasinya.

Ia tidak menganggap karya itu bermasalah. "Poinnya adalah menciptakan dialog antara taman yang hebat ini dengan patung itu," kata Kapoor.

Ia pun berkomentar terkait perusakan karyanya. "Jika perbuatan ini mengartikan sesuatu, itu berbicara lebih kepada intoleransi di Perancis ketimbang seni."
Ia melanjutkan, "Masalah ini terasa lebih politis dibanding lainnya."

Menteri Budaya Perancis Fleur Pellerin mengatakan, bahwa vandalisme itu merupakan serangan terhadap kebebasan atas daya cipta. Ia menekankan dukungannya terhadap Kapoor. Sementara, belum ada yang bertanggung jawab terhadap aksi vandalisme di "Vagina Ratu" itu.

(rsa/rsa)