VOC kala itu memang melarang tempat ibadah selain Protestan berada di dalam tembok kota Batavia, persis setelah VOC membumihanguskan Sunda Kalapa yang dibangun Pangeran Jayakarta, pada 1618.
Akibat peraturan tersebut, semua tempat ibadah di luar Protestan yang biasanya dibawa oleh para pendatang selain Belanda dan juga oleh penduduk pribumi, berdiri di tepi-tepi Batavia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masjid ini beruntung tak dibumihanguskan oleh VOC kala itu yang memang tidak peduli dengan apa yang ada di luar Batavia. Namun berabad-abad kemudian, masjid ini malah "dilenyapkan" oleh orang-orang yang tinggal di sekelilingnya.
Sayangnya, renovasi yang harusnya dapat membangun kembali masjid cagar budaya ini justru malah menghilangkan bukti autentik dari abad ke-17.
Kini, Masjid Al-Anshor masih dalam tahap penyelesaian dan menjadi pusat kegiatan ibadah dari warganya, meskipun jejak sejarah hanya tinggal tutur cerita dari para sepuh yang tak lagi muda.
Masjid Al Anshor kini "dilenyapkan" orang-orang yang menghuni sekitarnya. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo) |
Masjid Al Anshor kini "dilenyapkan" orang-orang yang menghuni sekitarnya. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo)
Sumur di samping Masjid Al Anshor. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo)