Goresan Animator 'Lion King' untuk Singa Cecil

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Kamis, 06/08/2015 10:06 WIB
Goresan Animator 'Lion King' untuk Singa Cecil Animator Lion King mempersembahkan gambar khusus untuk singa Cecil. (Dok. Disney)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perburuan dan pembunuhan Cecil, singa kesayangan masyarakat Zimbabwe beberapa waktu lalu membuat marah publik. Beberapa selebriti Hollywood sampai ikut mengungkapkan kemarahan lewat media sosial. Kini giliran Aaron Blaise yang mengungkapkan betapa marah dan sakit dia.

Blaise membuat sebuah gambar singa berwarna kuning keemasan di langit. Singa itu seperti terbentuk dari gumpalan awan terang. Di bawahnya, terlihat tiga ekor singa mendongak menatap langit, dikelilingi titik cahaya.

Gambar itu disertai tulisan yang mengutip ucapan Mufasa kepada Simba, putranya. Keduanya adalah tokoh animasi klasik Disney, Lion King. "Lihatlah bintang. Raja yang besar dari masa lalu melihat ke bawah kepada kita dari bintang-bintang itu," kata Mufasa yang dikutip Blaise. Ia menambahkan: Cecil, 2002-2015.




Blaise memang dikenal sebagai animator Lion King. Tangan kreatifnya juga berkiprah di beberapa film animasi Disney lain seperti Aladdin, Pocahontas, dan Beauty and the Beast.

Gambar itu, disertai video cara pembuatannya, diunggah Blaise baru-baru ini, diberitakan The Hollywood Reporter. Dalam video berdurasi sekitar tiga menit yang diberi judul "The Art of Aaron Blaise" itu, ia mendokumentasikan pembuatan gambar Cecil dengan Photoshop.

[Gambas:Youtube]

Selain mengunggah video itu, Blaise juga memberi pernyataan, "Seperti yang mungkin bisa Anda katakan, saya adalah pencinta berat binatang. Saya menjadi gila ketika melihat ciptaan indah ini dirusak bukan untuk alasan bagus. Kenyataannya, saya memutuskan terlibat secara personal dan berharap upaya ini dapat menyadarkan orang dan mencegah hal menyedihkan seperti ini terjadi lagi di masa depan."

Upayanya memang tak bisa mengembalikan Cecil. Namun karya Blaise, apalagi disertai video pembuatan gambar tahap per tahap diiringi lantunan dramatis, dianggap sebagai upaya pembelajaran. "Ini tidak banyak, tapi semoga bisa membuat orang berpikir," lanjutnya. (rsa/rsa)