Novel itu membuat simpanan di rekening penulis E.L. James mencapai lebih dari US$95 juta atau sekitar Rp1,3 triliun. Pada 2011, ia didapuk sebagai penulis terkaya. Itu belum termasuk penghasilan dari film pertama dan sekuelnya.
Namun di balik itu semua, Fifty Shades of Grey menimbulkan perpecahan di dalam tubuh penerbit independen The Writer's Coffee Shop. Penerbit asal Australia itulah yang pertama kali mengangkat kisah James jadi buku elektronik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia dilaporkan rekannya, Jennifer Pedroza. Ia merasa dicurangi Hayward dalam kesepakatan penjualan hak cipta kepada Random House. Juri Fort Worth menyebut, seperti dikutip Reuters, bahwa Hayward berbuat curang sehingga royalti penjualan buku masuk ke kantongnya sendiri.
Pada Rabu (26/8), pengadilan memutuskan Hayward harus membayar sejumlah US$10 juta atau Rp141 miliar kepada Pedroza. Hakim Susan McCoy mengatakan, ia memerintahkan pembayaran itu jika terjadi kesepakatan antara keduanya.
Apabila Hayward tidak punya uang sebanyak itu, propertinya akan disita. Menurut Daily Telegraph, Hayward dilaporkan pernah membeli rumah mewah di Dural dan memiliki klub senam.
Fifty Shades of Grey difilmkan dengan dibintangi Jamie Dornan dan Dakota Johnson. (REUTERS/Paul Hackett) |
Hayward sendiri saat ini tidak diketahui keberadaannya. Ia seakan menarik diri dari sorotan media setelah salah satu buku yang dibidaninya itu melejit di tangan Random House. Menurut Daily Telegraph, ia pernah diundang ke pemutaran Fifty Shades of Grey.
Namun undangan itu tidak dijawab. Batang hidungnya juga tak terlihat dalam pembukaan film Fifty Shades of Grey, 14 Februari lalu. Gugatan atasnya dilayangkan sejak Mei 2014.
(rsa/vga)
Fifty Shades of Grey difilmkan dengan dibintangi Jamie Dornan dan Dakota Johnson. (REUTERS/Paul Hackett)