Saat ini dan seterusnya, rock layaknya zombie memanjat panggung yang keluar dari peti mati dan dengan banyak gaya mereka merangkak dari dalam kuburan. Memegang leher botol Jack Daniel’s, memberikan musik menusuk sambil mengacungkan jari tengah.
Sudah pasti, itu terjadi di Reading Festival yang menjaga kobaran api bagi mereka penggemar musik cadas. Saat konser-konser musim panas lain menyuguhkan tontonan hip-hop, RnB, pop dan tari-tari membosankan untuk mengisi kantong penyelenggara, Reading Festival menyuguhkan kesetiaan atas performa berbasis gitar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip Mirror.co.uk, seakan tak terbantahkan lagi, Metallica benar-benar jadi salah satu band yang paling memukau di dunia yang memberikan performa berkekuatan penuh.
Saat Metallica seakan menjadi sosok yang menua dan harapan terakhir bagi dunia musik rock, maka Royal Blood menumbuhkan kembali harapan raksasa dari benih yang baru.
Berat bagi seorang Mike Kerr dan Ben Thatcher jika harus memakai mahkota turunan Metalica, tapi kehadiran mereka untuk mematahkan kutukan "rock is dead" sudah berada di jalur yang benar.
Tidak ada band di muka bumi ini yang mampu membuat jantung terentak oleh suara bass drum yang hanya dilakukan oleh dua orang saja. Dan kharisma yang kedua orang ini suguhkan sungguh luar biasa, terlebih mereka hanya berdua di atas panggung berukuran nyaris 100 meter.
Little Monster dan Put of The Black menjadi semacam lagu kebangsaan Royal Blood yang menghantam, saat lagu baru mereka Hook, Line dan Sinker membuktikan jika mereka tidak kering ide. Jelas, masa depan yang aman akan menyambut Royal Blood.
Beberapa performa apik lainnya ditampilkan dari panggung utama, saat penyanyi alternatif hipster Wolf Alice dan Llandudno memberikan tampilan terbaik.
Begitu juga Catfish and The Bottlemen serta Charli XCX yang menginfeksi para penonton dengan aksi rock nge-pop namun direspon puluhan ribu penonton dengan tepuk tangan.
[Gambas:Youtube] (pit/vga)