Royal Blood Patahkan Kutukan 'Rock is Dead'

Hafizd Mukti, CNN Indonesia | Rabu, 02/09/2015 05:31 WIB
Royal Blood Patahkan Kutukan 'Rock is Dead' Metallica dalam konser di Washington DC, beberapa waktu lalu. (Reuters/Jonathan Ernst)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kiamat ibarat mendekat bagi musik rock setelah muncul klaim "rock is dead" saat televisi dan radio juga internet dijejali Taylor Swift, Nicki Minaj atau semacamnya.

Saat ini dan seterusnya, rock layaknya zombie memanjat panggung yang keluar dari peti mati dan dengan banyak gaya mereka merangkak dari dalam kuburan. Memegang leher botol Jack Daniel’s, memberikan musik menusuk sambil mengacungkan jari tengah.

Sudah pasti, itu terjadi di Reading Festival yang menjaga kobaran api bagi mereka penggemar musik cadas. Saat konser-konser musim panas lain menyuguhkan tontonan hip-hop, RnB, pop dan tari-tari membosankan untuk mengisi kantong penyelenggara, Reading Festival menyuguhkan kesetiaan atas performa berbasis gitar.


Dimulai pada Jumat (28/8) yang cerah, berubah grotty pada Sabtu malam (29/8). Namun apa pun itu, Metallica memberikan suguhan soundtrack dalam suasana apokaliptik yang mengiringi hujan.

Seperti dikutip Mirror.co.uk, seakan tak terbantahkan lagi, Metallica benar-benar jadi salah satu band yang paling memukau di dunia yang memberikan performa berkekuatan penuh.

James Hatfield dan kawan-kawan memberikan sebuah "bencana" yang sangat intensif, mendebarkan dalam jangka waktu panjang dan pakaian sederhana mereka yang hanya dimiliki lewat album fenomenal, The Black Album.

Sad But True, tembang cadas old skool trash metal Master of Puppets, Thin Lizzy dan tentu saja Enter Sandman melengkapi hari itu dengan balon raksasa juga pyro.

Saat Metallica seakan menjadi sosok yang menua dan harapan terakhir bagi dunia musik rock, maka Royal Blood menumbuhkan kembali harapan raksasa dari benih yang baru.

Berat bagi seorang Mike Kerr dan Ben Thatcher jika harus memakai mahkota turunan Metalica, tapi kehadiran mereka untuk mematahkan kutukan "rock is dead" sudah berada di jalur yang benar.

Tidak ada band di muka bumi ini yang mampu membuat jantung terentak oleh suara bass drum yang hanya dilakukan oleh dua orang saja. Dan kharisma yang kedua orang ini suguhkan sungguh luar biasa, terlebih mereka hanya berdua di atas panggung berukuran nyaris 100 meter.

Little Monster dan Put of The Black menjadi semacam lagu kebangsaan Royal Blood yang menghantam, saat lagu baru mereka Hook, Line dan Sinker membuktikan jika mereka tidak kering ide. Jelas, masa depan yang aman akan menyambut Royal Blood.

Beberapa performa apik lainnya ditampilkan dari panggung utama, saat penyanyi alternatif hipster Wolf Alice dan Llandudno memberikan tampilan terbaik.

Begitu juga Catfish and The Bottlemen serta Charli XCX yang menginfeksi para penonton dengan aksi rock nge-pop namun direspon puluhan ribu penonton dengan tepuk tangan.

[Gambas:Youtube] (pit/vga)