Sehari Mengenang 20 Tahun Kepergian Benyamin

CNNIndonesia/Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Minggu, 06/09/2015 18:11 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Kepergian sang legenda 20 tahun lalu dikenang oleh keluarga dan penggemarnya dalam sebuah acara di Jagakarsa, Jakarta, seharian kemarin (5/9).

Benyamin Sueb adalah seniman serba bisa yang piawai bernyanyi, berakting, bercanda. Bukan hanya kebanggaan Betawi, juga bangsa Indonesia. Kepergiannya 20 tahun lalu dikenang dalam sebuah acara di Jagakarsa, Jakarta Selatan, kemarin (5/9).
Meriah! Begitulah gambaran acara mengenang 20 tahun kepergian Benyamin di Jagakarsa, Jakarta Selatan, kemarin (5/9). Nyaris tak ada air mata, hanya ada kenangan dan kemeriahan. Semeriah gaya kocak sang legenda semasa hidup.
Seperti juga acara mengenang Elvis Presley yang dipenuhi para
Acara mengenang 20 tahun kepergian Benyamin di Jagakarsa, Jakarta Selatan, kemarin (5/9), juga didukung sebuah yayasan yang menaungi nama sang legenda. Logonya lucu, wajah Benyamin tersenyum lebar dengan hiasan kembang kelapa di kepalanya.
Lagu lawas yang dipopulerkan Benyamin, dari Kompor Mleduk sampai Dipatil Ikan Sembilang, tetap berdaya mengajak siapa pun bergoyang, termasuk pengisi dan pengunjung acara mengenang 20 tahun kepergian sang legenda, di Jagakarsa, Jakarta Selatan, kemarin (5/9).
Para anggota Benyamin Sueb Fans Club (BSFC) sering mengadakan acara off-air berkaitan dengan sang legenda, dari menziarah makam sampai memeriahkan acara mengenang 20 tahun kepergian Benyamin di Jagakarsa, Jakarta Selatan, kemarin (5/9).
Tak hanya pernak-pernik Benyamin, di acara mengenang 20 tahun kepergian Benyamin, di Jagakarsa, Jakarta Selatan, kemarin (5/9), juga dijual pernak-pernik khas Betawi, seperti boneka ondel-ondel yang meriah dan lucu ini.
Hebatnya Benyamin. Para penggemarnya dari rakyat jelata sampai petinggi negara, termasuk Presiden RI Soeharto. Saat Benyamin, tiada, pada 5 September 1995, setelah bermain sepak bola, Soeharto pun memberikan perhatian.
Benyamin pernah menciptakan lagu Nonton Bioskop dan merekamnya bersama Bing Slamet dalam bentuk piringan hitam, pada 1967. Setiap kali menyanyikannya, Bing selalu berkata,
Pada 1974, Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin menganugerahkan penghargaan kepada Benyamin atas jasanya memajukan seni budaya Betawi lewat sejumlah karya. Setahun kemudian, pada 1975, Benyamin malah tersandung kasus gara-gara lagu Jande Tue.
Berbagai pernak-pernik, dari foto diri, kaus, pin, sampai boneka ondel-ondel, siap diborong oleh para penggemar Benyamin yang menghadiri acara mengenang 20 tahun kepergian sang legenda Betawi di Jagakarsa, Jakarta Selatan, kemarin (5/9).
Iwan Fals, hanyalah salah satu nama pesohor yang memberikan testimoninya di buku Benyamin S, Muka Kampung, Rezeki Kota. Iwan antara lain menyebut Benyamin sebagai idolanya. Ia senang menyanyikan lagu milik Benyamin, Ondel-ondel.