"Festival luar negeri yang akan dihadapi Indonesia dalam waktu dekat adalah Tokyo International Film Festival. Di sana, film Guru Bangsa Tjokroaminoto dan Mencari Hilal akan di-screening," kata Robby Ertanto, Ketua Bidang Kerja Sama Luar Negeri Badan Perfilman Indonesia kepada CNN Indonesia di Senayan City, Jakarta, pada Kamis (15/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Indonesia sendiri, Guru Bangsa HOS Tjokroaminoto telah dirilis sejak April lalu dan mendapatkan sambutan cukup positif dari pasar dalam negeri.
Mencari Hilal dirilis bertepatan dengan momentum Lebaran tahun ini, berbarengan tiga film lokal lain, Lamaran, Comic 8: Casino's King, dan Surga yang Tak Dirindukan.
Di antara keempat film lokal yang berebut kursi penonton pada saat liburan itu, Mencari Hilal berlalu dari layar bioskop lebih cepat dibandingkan yang lain karena minimnya capaian jumlah penonton.
Namun film yang bercerita tentang kiprah ahli hisab ini mendapatkan apresiasi positif dari para pengamat film di Indonesia. Dengan nilai 7,6 versi IMDb, Mencari Hilal dianggap berkualitas baik tapi kurang beruntung dari sisi komersil. Mencari Hilal akan ditayangkan pada 28 Oktober di Toho Cinemas Roppongi Hills, Tokyo.
"Menurut saya film Indonesia itu seksi di setiap ajang film internasional, karena Indonesia memiliki kultur dan statement yang kuat akan isu-isu internasional," kata Robby. "Selain itu, ide cerita yang sederhana dengan story telling yang khas cukup memukau pasar internasional."
(end/vga)