Ditambah lagi, film itu bercerita tentang keluarga korban pembantaian 1965 yang mencari kebenaran tentang pembunuhan kakaknya. Dialah Adi Rukun, yang berkelana dari satu pelaku pembantaian ke pelaku lain untuk mencari fakta menyakitkan itu.
Pada 10 Desember 2014, The Look of Silence diputar perdana di Indonesia. Tepatnya di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Sejak itu, distributor film sudah menyebar banyak DVD film berdasarkan permintaan untuk ditonton bersama, meski di beberapa kota terpaksa dibatalkan aparat berwajib.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setahun dirilis, The Look of Silence sudah menyabet berbagai penghargaan, meski belum seperti The Act of Killing yang masuk nominasi Academy Awards. Situs web Indie Wire menulis, The Look of Silence mendapat setidaknya 45 penghargaan internasional.
Membagikan film secara gratis sudah menjadi "gaya" Oppenheimer sejak film pertamanya tentang peristiwa 1965 di Indonesia. The Act of Killing, yang menceritakan pembantaian 1965 dari sisi pelaku dan dirilis 2012, gratis diunduh sejak 2013.
Oppenheimer mengaku memang mempersembahkan filmnya untuk publik Indonesia. "The Act of Killing dan The Look of Silence adalah surat cinta saya untuk Indonesia. Maka mereka adalah milik seluruh rakyat Indonesia," ia mengatakan pada Indie Wire.
Selain itu, Oppenheimer berharap dengan merebaknya film itu, ada tekanan yang makin kuat kepada pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah penting terkait peristiwa yang terkubur selama 50 tahun itu.
[Gambas:Youtube] (rsa/vga)