Sama seperti film pertamanya, film Filosofi Kopi: Ben & Jody akan digarap berdasarkan masukan dari para penontonnya, metode ini dikenal dengan istilah user generated.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan di sekuelnya, penonton bisa dengan sesuka hati memberikan ide alur cerita.
Sistem user generated ini akan dimulai pada Sabtu (20/2) dan ditutup pada 20 Mei mendatang.
Meski demikian, bukan berarti kedua ide yang diberikan penonton itu langsung ditelan mentah-mentah oleh tim Filosofi Kopi.
Angga, bersama Dee serta produser, Anggia Kharisma, bakal menggodok kedua ide cerita dan menyatukannya menjadi satu bagian.
Terdapat dua orang yang nantinya akan dipilih sebagai pemenang. Mereka bakal mendapatkan hadiah-hadiah menarik dari tim Visinema Pictures dan Filosofi Kopi.
"Setiap ide alur cerita yang masuk akan sangat kami hargai. Kedua nama pemenang juga akan kami masukan ke credit title," ujar Angga.
"Dua orang yang kami pilih idenya masing-masing akan mendapat hadiah uang sebesar Rp10 juta dan beasiswa untuk ikut workshop penulisan di Plot Point," lanjutnya.
Selain itu, para pemenang juga bakal mendapatkan kesempatan untuk ikut pembacaan naskah sebelum proses syuting dilaksanakan.
Menurut Rio Dewanto, selaku produser dan pemeran karakter Jody, hal ini dilakukan oleh agar para penonton bisa merasa terlibat langsung dalam proses pembuatan film Filosofi Kopi: Ben & Jody.
"Ini adalah formula dan metode yang harus dieksplorasi di Indonesia. Menurut gue ini penting banget agar orang-orang yang memiliki bakat menulis dapat mengembangkan talenta mereka," kata Rio.
Sampai saat ini, Rio belum bisa membeberkan jadwal perilisan dari Filosfi Kopi: Ben & Jody.
Namun, ia sudah membocorkan sedikit informasi terkait film tersebut.
"Kalau proses syuting kita akan mulai itu pada pertengahan tahun, dan film bakal dirilis pada akhir tahun," ujar Rio.
(ard)