Novel Berlatar 1965 Masuk Nominasi Penghargaan Sastra Jerman

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Selasa, 31/05/2016 15:58 WIB
Novel Berlatar 1965 Masuk Nominasi Penghargaan Sastra Jerman Karya Laksmi Pamuntjak masuk nomine penghargaan sastra Jerman. (Dokumentasi PRAXIS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Laksmi Pamuntjak menyeruak di antara nama-nama penulis perempuan dari Asia, Timur Tengah, Amerika Latin, Afrika, dan Karibia. Ia masuk enam besar nominasi penghargaan penulisan Liberaturpreis di Jerman.

Satu-satunya penulis yang mewakili Indonesia itu membawa karyanya yang sudah mendunia, Amba. Novel roman berlatar peristiwa 1965 itu diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman dan berjudul Alle Farben Rot.

Laksmi menjadi nomine bersama Marguerite Abouet penulis asal Afrika, Najet Adouani penulis asal Tunisia, Maria Sonia Cristoff penulis asal Argentina, Ayelet Gundar-Goshen penulis asal Israel, dan Antjie Krog yang juga penulis asal Afrika.


"Penentuan pemenangnya [Liberaturpreis] adalah melalui popularitas, dengan cara public voting. Jadi, publik yang menentukan siapa yang terbaik," kata Dionisius Wisnu hubungan masyarakat PT Gramedia Pustaka Utama dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com.

Hingga awal Mei lalu, Laksmi memimpin peroleh suara. Penulis Aruna dan Lidahnya itu dipilih oleh 45,79 persen publik, berjarak tipis dari Najet di posisi ke-dua. Hari ini, Selasa (31/5), hari terakhir pemungutan suara.

Ini bukan pertama Amba menorehkan prestasi. Sebelumnya buku itu disebut sebagai karya internasional terbaik paruh tahun ke-dua yang telah diterjemahkan ke bahasa Jerman, menurut daftar sastra Weltempfaenger.

Buku itu juga disebut sebagai 10 besar karya fiksi terbaik oleh sejumlah media ternama Jerman seperti Frankfurter Allgemeine Zeitung.

Selain bahasa Jerman, Amba juga akan diterjemahkan ke bahasa Inggris dengan judul The Question of Red. Buku itu terbit 12 Juli mendatang.

Liberaturpreis merupakan penghargaan yang diselenggarakan oleh lembaga Lit Prom. Penghargaan itu sengaja ditujukan untuk menyuarakan penulis-penulis perempuan yang selama ini belum terepresentasikan di dunia. (rsa/vga)