Bukan hanya membuka, jiwa seni Ganjar pun tergelitik untuk ikut berpartisipasi. Lukisan yang ditorehkannya pun ikut dipajang di bagian pintu masuk Contemporary Art Gallery Semarang, yang menjadi pusat kegiatan itu. Lukisan Ganjar lantas menjadi ikon acara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terdapat empat bangunan kuno di Kota Lama Semarang yang akan dipergunakan sebagai lokasi pameran. Bukan hanya lukisan bermedia kanvas, ada pula karya seni dengan arang dan kaca.
Lain lagi karya Pramuhendra yang berjudul ‘Nun.’ Karya itu ditampilkan dalam empat bingkai sekaligus. Sementara Entang W memamerkan bahan aluminium cor. Banyak pula karya lainnya.
Ketua Panitia ‘Biennale Jateng #1’ Gunawan Permadi berharap, pameran itu sukses memancing kreativitas seniman di Jateng. Sehingga dua tahun lagi, acara serupa tetap akan meriah.
Ganjar berharap acara itu juga mampu mendatangkan wisatawan. Soal akses dan fasilitas di Semarang, ia tengah memperbaiki sehingga turis lebih betah dan mudah. Selain di Kota Lama Semarang, acara seni juga sedang digalakkan di Borobudur, Karimunjawa, Dieng dan Sangiran. (rsa)