ULASAN SENI

'Flora': Pameran Seni Finlandia, Melukis di Atas Taplak Meja

Rahman Indra, CNN Indonesia | Senin, 28/11/2016 06:53 WIB
Seniman asal Finlandia, Tero Annanolli memamerkan karya-karyanya berupa lukisan di atas taplak meja dengan dominasi motif bunga. Dua lukisan Tero Annanolli berbahan kain batik dari Indonesia. (Foto: CNNIndonesia/RahmanIndra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua lukisan yang diberi judul Orkidae itu seketika mencolok mata di antara lukisan lainnya. Salah satu penyebabnya adalah motif batik berwarna ungu yang ada di bagian bawah lukisan.

Dilihat dari dekat, lukisan dengan bentuk dasar bundar itu memang menggunakan kain batik yang di bagian atasnya kemudian dilukis sedemikian rupa oleh Tero Annanolli.

Seniman asal Finlandia itu menggoreskan kuas silver leaf dan motif anggrek yang seolah menjuntai dari pinggir atas ke bagian tengah kain batik. Perpaduan motif batik dan anggrek lalu menyatu dengan warna perak yang berkilauan.


Dua lukisan itu menjadi bagian dari beberapa karya yang dipamerkan Annanolli dalam pamerannya yang ia beri tajuk Flora, yang berlangsung di Tugu Kunstkring Paleis, Jakarta, pada Kamis (24/11).

Pameran yang diusung Kedutaan Besar Finlandia itu menyongsong peringatan 100 tahun kemerdekaan negara tersebut dan akan berlangsung hingga 4 Desember 2016.

Hampir semua lukisan yang dibuat oleh peraih medali emas London Cultural Olympiad 2012 itu berbentuk bundar, dengan warna perak berkilauan.
Tak jauh dari lukisan berbahan batik, terdapat satu lukisan yang tak kalah menariknya, karena di dalmnya selain terdapat motif buah dan bunga, juga sketsa menyerupai wajah Michael Angelo.

Berjudul Life of A Man, lukisan ini berukuran agak besar dengan permainan warna lembut dan komposisi yang pas. Sketsa yang ditempatkan di bagian kiri berhadapan dengan burung-burung dan buah berry.

Bedanya dengan lukisan kain batik, yang ini tampak lebih riuh dan padat. Hampir semua ruang terisi, bahkan oleh bulatan-bulatan di pinggirnya.
Berjarak sedikit di sudut ruang pameran, terdapat lukisan yang hampir sama secara komposisi namun lebih dramatis saat memandangnya.

Lukisan tersebut diberi judul Flowers of San Miniate Al Monten IV. Bergambar seorang sosok peri (dengan sayap) yang duduk bersila, di hadapannya terdapat bunga berukuran besar berwarna lembut, merah jambu. Perpaduan warna bunga, perak, daun, serta oranye di bagian bawah kain, membuat lukisan ini melankolis. Ditambah lagi dengan ekspresi wajah peri yang sendu.

Ada kesan nyata dan hidup dalam lukisan ini, yang membuatnya seolah berbicara dan sedang menyampaikan sesuatu. Setiap orang akan digiring pada pemaknaan berbeda karenanya.

‘Flora’: Pameran Seni Finlandia, Melukis di Atas Taplak MejaTero Annanolli saat berpameran di Jakarta lewat karyanya bertajuk Flora. (Foto: CNNIndonesia/RahmanIndra)
Teknik layer

Lahir di Finlandia pada 1975, Annanolli untuk kali pertamanya memamerkan karyanya di Indonesia. Seniman yang juga anggota Olympic Fine Arts Association sejak 2014 itu pernah berpameran di beberapa negara di Eropa, China, dan India.

Jika dilihat dari karya-karya yang kali ini ia bawa, Annanolli memiliki gaya dan teknik lukisan yang unik. Tidak hanya dari segi bahan yang ia pakai, seperti kain taplak meja atau gorden, tapi juga teknik layer atau berlapis pada lukisannya.

Di lapisan pertama kain yang sudah bermotif, ia lapisi lagi dengan silver leaf berwarna perak berkilauan, lalu dilapisi lagi dengan cat di bagian atasnya. Kombinasi dari beberapa lapis ini memberikan efek yang mengesankan, terutama ketika dilihat dari sudut pandang yang berbeda-beda.

"Tekni berlapis ini menjadi salah satu ciri khas yang saya terapkan dalam beberapa karya," ujarnya saat ditemui di sela-sela pameran di Jakarta.
Penggunaan kain taplak meja dan atau gorden, kata dia, adalah karena ketertarikannya pada sesuatu yang memiliki nilai sejarah.

“Dan dua kain batik itu memang dari Indonesia, saya memesannya sebelum pameran dan melukisnya saat di Finlandia,” ujarnya menjelaskan.

Pilihan akan anggrek, karena itulah salah satu jenis bunga yang dapat mewakli Indonesia. Sehingga ia padukan dalam lukisan dari kain batik tersebut.
Berbeda dengan kanvas biasa, yang kadang ia juga gunakan, penggunaan kain taplak meja disebut Annanoli karena di dalamnya, sudah ada motif dan pernah digunakan, sehingga akan membuatnya menjadi berbeda ketika kuas digoreskan di atasnya.

Sekilas, lukisan-lukisan Annanolli akan tampak biasa saja, karena menggambarkan buah, atau bunga, atau burung-burung yang sederhana.

Namun, karya-karyanya ini akan menyunggingkan senyum, ketika dilihat dari jarak dekat, dan sudut pandang berbeda. Ada pemanfaatan bahan dan teknik bereksperimen yang membuatnya unik. (rah/rah)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK