Kartun soal Perempuan, Suarakan Kesetaraan Gender

Rahman Indra, CNN Indonesia | Minggu, 27/11/2016 02:43 WIB
Bertajuk Planet 50-50, sebanyak 20 kartun dan komik bertema kritis terhadap kesetaraan gender dipamerkan di Jakarta. Karya I Kadek Noorwatha, juara kedua, di antara karya yang dipamerkan dalam Planet 50-50 di Jakarta. (Foto: CNN Indonesia/Rahman Indra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 20 kartun dan komik tentang perempuan dan kesetaraan gender dipamerkan di Jakarta. Beberapa karya tampil mencolok dengan cara yang kritis, menyindir dengan keras atau halus.

Karya Bagus Aji Mandiri, salah satu di antaranya. Pria kelahiran Yogyakarta ini membuat kartun dengan tiga sisi lapisan cerita, yang memperlihatkan kondisi empat orang sedang berada di garis awal sebuah lomba lari.

Tiga lelaki berada di garis yang sama, sementara perempuan berada agak di belakang. Pada gambar kedua, perempuan memindahkan garis start ke depan sehingga pada gambar ketiga, garis start itu menjadi sejajar dengan tiga peserta laki-laki lainnya.


Lain lagi karya I Kadek Noorwatha, asal Bali. Karya ini relatif ringkas dan mudah dipahami, meski tanpa teks. Dia menggambarkan sosok laki-laki dan perempuan yang sama-sama sedang berlari, hanya saja, sosok perempuan diikat oleh tali yang di ujungnya terdapat simbol dapur, sumur, kasur, dan anak.

Ada tangan dan gunting memotong ikatan tersebut.

Muhammad Arifin, mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro, Semarang membuat kartun dengan enam lapis cerita. Dengan menggunakan jungkat-jungkit, ia mengilustrasikan posisi seorang perempuan yang terangkat ke atas di bagian kiri, karena dua pria di sebelah kanan.

Meski pada gambar berikutnya bagian kanan diisi oleh dua perempuan, posisi dua laki-laki tetap lebih berat. Di akhir gambar, balok pemisah dipindah ke bagian tengah, dan kini dua perempuan duduk sejajar dengan dua laki-laki.

Tiga karya di atas dinobatkan sebagai pemenang 1, 2 dan 3 dari 20 karya terbaik yang dipilih juri dalam kompetisi kartun dan komik yang diusung UN Women dan Uni Eropa. Karya-karya tersebut terpilih dari lebih dari 500 karya yang masuk dari berbagai daerah di Indonesia dengan tema perempuan dan kesetaraan gender.

Pameran karya para semifinalis itu ditampilkan di Warehouse, Plaza Indonesia, Jakarta pada Jumat (25/11), dan akan berlangsung hingga 10 Desember 2016 dalam rangka 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan.

Adapun para juri yakni ilustrator Alti Firmansyah, komikus Beng Rahadian, penulis ilustrator Haryadhi, tokoh pemberdayaan perempuan Sri Danti Anwar, delegasi Uni Eropa Charles-Michel Geurts dan perwakilan UN Women Lily Puspasari.

Selain menjadi pemenang kedua, karya Noorwatha sekaligus mencuri perhatian publik dengan mendapat ‘like’ terbanyak di media sosial sehingga dinobatkan sebagai Public’s Favorite.

Selain ketiga karya tersebut, lainnya adalah karya milik Bobby Kurniawan, Cipta Vidyana, Danny Leonur Dwi Putra, Dhany Pratama, Dieksa Bebadito, Isabela Beatrix, Labib Ahmadin, Laurencia Marchelina, Linny Wibisono, Muhammad Alfata Ramadhan, Rafli Noor Sukandar, Salma Safia, Samuel Thiofilus, dan Yuni Santy.

Kartun Komik Juara, Suarakan Kesetaraan GenderBagus Aji Mandiri menjelaskan karyanya yang jadi juara pertama dalam kompetisi yang diusung UN Women dan Uni Eropa, dan dipamerkan lewat Planet 50-50 di Jakarta. (Foto: CNN Indonesia/Rahman Indra
Kesetaraan Gender

Sebuah gambar dinilai memberikan makna yang lebih daripada kata-kata. Semangat itulah yang kemudian diusung oleh UN Women dan Uni Eropa untuk kemudian memilih kartun dan komik dalam mengilustrasikan permasalahan kesetaraan gender di Indonesia.

Setelah melalui proses penjurian dari Agustus hingga Oktober lalu, 20 karya terbaik dari 540 karya dari berbagai daerah di Indonesia dipamerkan di Jakarta. Banyaknya karya yang masuk mengindikasikan tingginya minat publik terhadap komik dan kartun, sekaligus kepedulian terhadap isu perempuan dan kesetaraan gender.

Karya-karya tersebut mampu mengilustrasikan berbagai permasalahan yang dialami perempuan dari mulai diskriminasi di tempat kerja, sektor pendidikan, kepemimpinan, stereotip gender, dan norma sosial yang membatasi.

“Tanpa satu kata, komik dan kartun mampu menggambarkan realita dengan cara yang jujur, membuka mata, menghibur dan mudah dimengerti,” ujar Lily Puspasari, dari UN Women.

Dengan dipamerkannya karya-karya terbaik dari kompetisi, kata dia, publik dapat melihat kondisi perempuan dan persoalan kesetaraan gender saat ini.

Ungkapan senada disampaikan Vincent Guerend, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dalam pernyataan. Menurutnya, Uni Eropa berkomitmen mendukung agenda PBB 2030 akan kesetaraan gender, dan turut mendukung mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan peremuan di seluruh dunia, termasuk kampanye dalam tajuk Planet 50-50 ini. (rah/asa)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK