Alasan 3 Doors Down Bersedia Menyanyi untuk Donald Trump

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Jumat, 20/01/2017 14:11 WIB
Alasan 3 Doors Down Bersedia Menyanyi untuk Donald Trump 3 Doors Down termasuk penampil di panggung malam inaugurasi Donald Trump. (Ilustrasi/Unsplash/Desi Mendoza)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di antara selebriti yang menyatakan setuju untuk tampil di inaugurasi Donald Trump, ada satu nama populer yang terasa tidak cocok: 3 Doors Down. Menjawab tanda tanya para penggemar, manajer band itu akhirnya menjelaskan kepada ia mau menerima undangan Trump.

Padahal selebriti lain seperti David Foster menolaknya. Jennifer Holliday dan Andrea Bocelli bahkan memilih membatalkan penampilan mereka daripada malu atau dirundung publik.

Angus Vail manajer 3 Doors Down mengatakan kepada Vice yang dikutip NME, semakin ramai orang band-nya dibicarakan orang—meski itu negatif—semakin baik untuk publisitas mereka.


“Anda akan sampai pada satu titik di mana Anda sudah malang-melintang di musik rock selama 16 tahun dan sekelompok orang kesal pada Anda di Twitter: itu bagus untuk kita. Semakin kebakaran jenggot para liberal, semakin kita dihargai para konservatif,” begitu logikanya.
Ini bukan kali pertama 3 Doors Down tampil di inaugurasi presiden Amerika Serikat. Mereka juga pernah menghibur di pelantikan George W. Bush. “Mereka anak-anak Mississippi dan Alabama yang baik. Mereka datang dari keluarga yang sangat konservatif. Mereka benar-benar anak baik, tapi mereka punya keyakinan politik yang sangat berbeda,” tuturnya melanjutkan.

Karena 3 Doors Down pernah bermain di dua inaugurasi Bush, ia menambahkan, mereka pun sudah ada dalam radar orang-orang konservatif. ‘Anak-anaknya’ sangat menghormati AS.

“3 Doors Down memiliki pandangan tentang Tuhan, senjata, dan negara yang hitam-putih. Mereka menghabiskan banyak waktu untuk pergi ke Irak, melakukan pengabdian, bermain untuk para tentara. Mereka percaya itu dan begitulah mereka memandang Amerika,” kata Vail.
Menurutnya, anggota 3 Doors Down adalah para pria yang berpegang teguh pada keyakinannya. Vail pernah bertanya soal wilayah abu-abu dalam kepercayaan mereka. Namun jawabannya sangat tegas, “Tidak, tidak. Tuhan, senjata, dan Amerika adalah hal terhebat di dunia.”

Vail sendiri terkadang tidak setuju pada pandangan politik mereka. Namun bukan berarti mereka kemudian tidak berhak untuk dihormati. “Kami berdialog dengan sangat baik. Meskipun saat saya melihat mereka, mereka memberi saya banyak sekali omong kosong,” kata Vail lagi.

Band pelantun I’m Here Without You itu tampil untuk Trump dalam konser malam inaugurasi ‘Make America Great Again! Welcome Celebration’ yang dilangsungkan Kamis (19/1) malam waktu AS di Lincoln Memorial. Trump akan dilantik resmi pada Jumat (20/1) di Washington.

Sejumlah selebriti diundang, tapi menolak. Sementara Kanye West yang berkoar-koar mendukung Trump, justru tak diundang karena dianggap karyanya bukan musik tradisional AS.