Hari Musik Nasional

Kenangan Personal Gerald 'Barasuara' di Lagu Indonesia

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Kamis, 09/03/2017 17:01 WIB
Kenangan Personal Gerald 'Barasuara' di Lagu Indonesia Bagi Gerald 'Barasuara', musik Indonesia bukan hanya bentuk karya dia melainkan juga menyimpan banyak kenangan. (Detikcom/Asep Syaifullah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bagi pembetot bas grup Barasuara, Gerald Situmorang, musik adalah bagian hidupnya. Dia sudah mengenal musik sejak usia 13.

Kini, di usia menginjak 28 tahun, dia sudah memiliki serangkaian pengalaman di bidang musik. Gerald pernah memiliki grup trio, kuarter, Bag+Beat, kolaborasi dengan Barry Likumahuwa dalam Quintet, hingga menjadi produser album Monita, Dandellion.

Berbincang mengenai Hari Musik Nasional yang jatuh 9 Maret, Gerald memiliki beberapa pilihan lagu Indonesia yang ingin dibagi kepada pembaca CNNIndonesia.com dan menurut dia patut untuk didengar.


Beberapa lagu di antaranya memiliki kenangan personal dari basis tersebut.

Lihat juga:  Lagu Abadi dari Masa Perjuangan versi Mus Mulyadi

1. Hidup Adalah Perjuangan (Dewa)

Salah satu album favorit Gerald dari musisi Indonesia adalah Bintang Lima milik Dewa. Dia mengakui menyukai semua lagu yang ada di album tersebut.

"Saya suka banget, sampai pinjam kasetnya dulu pas masih SMP sama kakak sepupu saking sukanya. Lagu ini adalah lagu favorit di album ini [Bintang Lima], dari lirik, musik dan semuanya kaya ngalir dan mengalun dengan pas nan indah," kata Gerald.

"liriknya itu menggambarkan perjuangan yang tak henti-henti."

[Gambas:Youtube]

2. Cublak-cublak Suweng (Trisum)

Bagi Gerald, Cublak Cublak Suweng yang dibawakan grup Trisum membuka pikiran dia kalau lagu tradisional Indonesia sangat bagus dan indah.

"Lagu itu salah satu lagu tradisional pertama yang saya pelajarin pas SD (nyanyi), terus pas SMA dengerin versi Trisum shock banget, bisa berubah begini, pada saat itu kagum banget dan langsung makin suka dengan lagu ini," katanya.

Tidak hanya versi lagu yang membuatnya takjub, Gerald turut mengaku bahwa semua personil dalam grup itu merupakan gitaris favoritnya dan inspirasi utama dalam bermusik.

"Terutama pada awal-awal karir dalam bermusik yang adalah maestro gitar Indonesia, Tohpati, Dewa Budjana dan Balawan," ungkap pria berambut gondrong itu.

Baca Juga:  Geng Keroncong Ramaikan Konser Tribute Mus Mulyadi

3. This Spirit (simakDialog)

Pada lagu ini, Gerald mengaku ia terkenang salah satu musisi terbaik Indonesia, Riza Arshad. Riza di mata Gerald adalah sosok mentor sekaligus idola.

Riza adalah salah satu pendiri grup simakDialog yang salah satu albumnya yang bertajuk Trance/Mission, jadi album pertama yang dimiliki Gerald.

"Pas dengar kayak langsung kehipnotis dengan semuanya, di album ini juga pertama kali simakDialog menggunakan elemen kendang, yang seterusnya digunakan di album-album selanjutnya sampai sekarang dan sampai akhir hayat mas Ija [Riza]," tuturnya.

Baca Juga: Film 'Chrisye' Angkat Perjalanan Musik Sang Legenda

Menurut Gerald, simakDialog juga salah satu grup yang berhasil dalam mengkombinasikan instrumen tradisional dengan musik modern yang pas.

"Lagu ini saya pilih untuk tribute kepada mas Ija atas semua kontribusi dan inspirasi serta 'spirit' yang diberikan untuk musik Indonesia," ungkap Gerald, "Kangen mas".

[Gambas:Youtube]

4. Hujan Jangan Marah (Efek Rumah Kaca)

Menurut Gerald, grup band Indonesia yang sanggup membuat dia suka dari segala aspek, mulai dari menulis lirik hingga aransemen adalah Efek Rumah Kaca.

"Semua dikombinasikan dengan pas dan sesuai untuk musiknya," kata Gerald.

"Chord-chord lagu yang ada di lagu-lagu ERK itu fresh dan tidak ketebak, serta melodi yang indah melebur jadi satu serta isian gitar, bass dan drums yang pas dan selalu menarik ditambah vokal yang powerful adalah keindahan dalam kehidupan ini."

Bagi Gerald, Hujan Jangan Marah mencakup semua hal yang disukainya dalam musik, seperti emosi, aransemen, chord, melodi, dan lirik.

[Gambas:Youtube]

5. Flair (SCALLER)

Duo pendatang baru ini disebut Gerald jadi favoritnya saat ini. Dia mengatakan bahwa Scaller adalah salah satu penembus batas yang bisa membawa musik Indonesia ke kancah internasional.

"Saya yakin, dari lagu, sound, aransemen dan produksi yang sangat detail bisa terlihat dari album perdana Scaller Senses, Reney Karamoy dan Stella Gareth memiliki chemistry yang sangat pas dan energi yang menjadi satu," kata Gerald.

Dia pun menyebutkan alasan turut merekomendasikan lagu Flair, favorit dia di album perdana Scalller. Menurut Gerald, lagu itu memiliki "melodi yang manis dengan aransemen pas nan menarik serta keren". (end)